Khawatir AI "Menggila", Apple Blokir ChatGPT Tapi Setujui BlueMail

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Senin, 6 Maret 2023 | 23:13 WIB
 fitur AI ini  memberikan materi yang salah untuk beberapa pengguna.  (Kolase Pexels/Kindel Media dan Logo OpenAI)
fitur AI ini memberikan materi yang salah untuk beberapa pengguna. (Kolase Pexels/Kindel Media dan Logo OpenAI)

PejuangKantoran.com - Apple memblokir ChatGPT. Pemblokiran ini terjadi lantaran kekhawatiran yang muncul akibat ChatGPT yang disebut-sebut menggila.

Tak cuma itu, Apple memblokir ChatGPT juga terjadi lantaran fitur AI ini memberikan konten yang belum layak dikonsumsi untuk anak-anak yang juga menjadi penggunanya.

Usai Apple memblokir ChatGPT, Apple diklaim telah menyetujui update aplikasi email BlueMail yang sebelumnya menambahkan fitur AI, setelah mendapatkan jaminan bahwa update program itu disertai langkah-langkah penyaringan konten.

Baca Juga: Fazz Fintech Indonesia PHK Karyawan

Sebelumnya, dikabarkan bahwa penambahan fitur AI pada BlueMail dikhawatirkan dapat menampilkan konten yang tidak pantas untuk anak-anak. Hal inilah yang menjadi alasan Apple memblokir update BlueMail.

Chatbot ChatGPT digunakan BlueMail untuk membantu mengotomatiskan penulisan email menggunakan konten email dan fitur kalender sebelumnya.

Ben Volach, salah satu pendiri bisnis perangkat lunak, Blix Inc., memberi tahu Apple bahwa "updating yang dilakukannya melibatkan kontrol konten".

Baca Juga: Alasan Apple Memblokir Update BlueMail dengan Tambahan Fitur ChatGPT

Pengguna berusia 4 tahun ke atas masih dapat mengakses aplikasi BlueMail, menurut penelitian tersebut. Apple dengan cermat memilih dan meninjau aplikasi sebelum menyetujuinya untuk App Store. Sayangnya, ada tantangan dengan penggunaan ChatGPT.

Para ilmuwan telah memperdebatkan implikasi etis dari penggunaannya sejak awal karena sejumlah besar hasilnya sulit dibedakan dari teks tulisan manusia. 

ChatGPT, chatbot AI yang mendukung mesin pencari Bing, baru-baru ini membuat heboh ketika mengakui kepada seorang jurnalis The New York Times bahwa ia "berharap bisa hidup", membuat reporter itu "sangat cemas".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Mashable

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X