12 Persen Manajer Memecat Karyawan Gen Z dalam Minggu Pertama Mereka Bekerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 23 April 2023 | 19:39 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 74 persen manajer percaya bahwa Gen Z lebih sulit diajak bekerja sama daripada generasi lainnya. (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Sebanyak 74 persen manajer percaya bahwa Gen Z lebih sulit diajak bekerja sama daripada generasi lainnya. (Freepik/Kate Mangostar)

“Generasi ini mungkin membutuhkan lebih banyak pelatihan dalam hal keterampilan profesional,” sambungnya.

Meskipun begitu, ada beberapa pihak yang membela karyawan Gen Z. Contohnya Adam Garfield, direktur pemasaran di Hairbro.

“Dibandingkan dengan generasi lain, saya menganggap Gen Z sangat inovatif, dan mudah beradaptasi.

“Mereka tidak takut untuk menantang status quo dan membawa ide-ide baru ke meja. Mereka juga menghargai keaslian dan keterbukaan, dan berharap perusahaan bertanggung jawab secara sosial dan etis,” ujarnya.

Namun, Garfield juga menambahkan peringatan.

“Satu area yang menurut saya dapat ditingkatkan oleh Gen Z di tempat kerja adalah keterampilan komunikasi mereka.

“Meskipun mereka mahir dalam menggunakan alat komunikasi digital, sepertinya mereka kekurangan beberapa keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk interaksi tatap muka.

“Gen Z bisa mendapatkan keuntungan dengan mengembangkan keterampilan komunikasi mereka untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan kolega dan klien,” kilahnya.

Baca Juga: Bed Bath Beyond Ajukan Bangkrut, Karyawan Bakal di PHK

Berikut adalah beberapa alasan mengapa para manajer menganggap Gen Z sulit diajak bekerja sama:

• Kurang keterampilan teknologi: 39 persen
• Kurang usaha: 37 persen
• Kurang motivasi: 37 persen
• Kurang produktif: 37 persen
• Mudah teralihkan: 36 persen
• Keterampilan komunikasi yang buruk: 36 persen
• Mudah tersinggung: 35 persen
• Kurangnya dorongan: 29 persen
• Tidak jujur: 24 persen
• Menuntut hak: 21 persen

Apakah teman-teman pejuang kantoran menyadari hal tersebut? Kalau iya, tak ada salahnya untuk segera memperbaiki perilaku ini ya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail, Resume Builder

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X