news

Gibran Bertekad Menguatkan Reforma Agraria untuk Mengurangi Konflik Tanah dan Mafia Tanah

Senin, 22 Januari 2024 | 15:54 WIB
Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka bertekad akan terus menguatkan reforma agraria di Indonesia.

PejuangKantoran.com - Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurus sertifikat tanah? Pasti akan butuh waktu bertahun-tahun.

Namun menurut Gibran Rakabuming Raka, dengan adanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), mengurus sertifikat tanah bisa lebih cepat.

Hal itu diungkapkan Gibran dalam Debat Cawapres keempat yang digelar KPU di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu, (21/1/2024) saat membahas mengenai reforma agraria di Indonesia.

Baca Juga: Apa Sih Pertanyaan yang Bikin Cak Imin Diisengin Gibran: Enak Ya, Gus, Jawabnya Sambil Baca Catatan?

"Sekarang sudah ada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang sudah berhasil membagikan sekitar 110 juta sertifikat.

“Dulu sebelum ada program ini hanya bisa membagikan 500 ribu sertifikat. Bayangkan itu butuh berapa tahun untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.

Nantinya, program redistribusi tanah seperti SK HGU akan disimpan di bank tanah untuk kemudian diredistribusikan ulang untuk para pengusaha lokal, petani lokal, dan lain-lainnya.

Cawapres nomor urut 2 itu melanjutkan, saat ini juga ada program one map policy yang sangat berguna untuk mengurangi konflik-konflik sengketa tanah, mafia tanah, dan lainnya.

Karena data base sudah digital, batas-batas tanah sudah dicatat semua dalam one map policy sehingga akan sangat mengurangi para mafia tanah.

Gibran memastikan ke depannya akan terus menguatkan dan menyempurnakan reforma agraria di Indonesia.

Baca Juga: Tokyo Buka Lowongan Warga Negara Asing Jadi Sopir Bus, Ini Syaratnya

"Sekali lagi reforma agraria akan kita lanjutkan, dan kita kuatkan. Kemarin saya di Solo sempat mendapatkan predikat kota lengkap dari BPN.

“Garis-garis batas, tanah-tanah wilayah, sudah ter-capture semua sehingga nanti mengurangi konflik tanah dan mafia tanah,” jelasnya.

Kuncinya, pungkas Gibran, adalah digitalisasi, one map policy, yang sangat penting untuk menyelesaikan konflik agraria ke depan.

 

Tags

Terkini