PejuangKantoran.com - Dalam informasi terkini, ada fakta pantasan Indonesia merapat ke China, dalam segi bisnis.
Iklim bisnis Negeri Tembok Raksasa dapat acungan jempol pula.
Awal pekan ini, misalnya, gandengan bisnis Indonesia dan China kembali mengemuka, di bidang perkeretaapian.
PT Kereta Api Indonesia atau KAI meneken kesepakatan membeli 3 rangkaian kereta rel listrik atau KRL baru dari China Railway Construction Corporation atau CRCC dengan banderol Rp 783 miliar.
3 rangkaian KRL merek Sifang ini mengganti rencana impor KRL bekas asal Jepang.
China
China alias Negeri Tembok Raksasa memang terbilang ekspansif menggelar iklim bisnis yang lebih baik di dalam negerinya.
Laman Xinhua.cn merilis hasil survei terkini edisi Selasa (30/1/2024).
Pada survei itu, termaktub rasa puas 80 persen perusahaan penanaman modal asing yang berinvestasi di China.
Responden pada survei itu ada 600 perusahaan.
"Pasar di China menarik," bunyi survei itu.
Menurut hasil survei itu juga, 70 persen responden optimistis bahwa lima tahun ke depan, pasar China masih prospektif untuk bisnis.
Dari survei itu pun ketahuan bahwa China memudahkan sedikitnya 3 hal bisnis.
Pertama, ada kemudahan untuk akses pasar bagi investor di China.