news

Dugaan Manipulasi Pesan Menjelang Pemilu 2024 Mengemuka, Apa Saja?

Minggu, 4 Februari 2024 | 08:43 WIB
Diskusi Jaga Pemilu di Jakarta bertajuk (PejuangKantoran.com/Jaga Pemilu)

PejuangKantoran.com - Pada awal Februari ini, dugaan manipulasi pesan menjelang Pemilu 2024 mengemuka.

Apa saja dugaan manipulasi pesan tersebut?

Adalah sosiolog sekaligus sastrawan Okky Madasari yang membeberkan dugaan manipulasi pesan itu saat dirinya menjadi salah satu pembicara pada perhelatan diskusi oleh Jaga Pemilu di Jakarta.

Diskusi bertajuk "Kode Gestur dan Blunder Tata Negara 2024" itu berlangsung pada Sabtu 3 Februari 2024.

Dalam situasi demokrasi politik memanas seperti saat ini, masyarakat harus semakin proaktif menentukan arah demokrasi negara.

Ketika upaya mengarahkan sentimen dan manipulasi pesan semakin kuat, kekuatan publik melalui suara warga yang melaporkan pelanggaran pemilu akan menjadi kunci keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Empat

Okky Madasari menyoroti empat metode manipulasi pesan yang telah dilakukan untuk menyetir suara menjelang hari pencoblosan 14 Februari 2024.

Pertama, dugaan manipulasi melalui survei yang menciptakan kesan bahwa sudah ada pemenang dalam satu putaran.

Manipulasi ini berbasis pada teori psikoanalisis tatkala orang yang belum memutuskan cenderung mengekor kepada pihak pemenang atau suara mayoritas.

Kedua, dugaan manipulasi informasi tentang anggaran pemilu untuk satu putaran dengan dalih penghematan uang negara.

Padahal, anggaran pemilu telah dipersiapkan dan diantisipasi untuk dua putaran.

Ketiga, dugaan manipulasi menggunakan kata kunci ibadah.

Dugaan manipulasi macam ini menciptakan kesan bahwa satu putaran pemilu memungkinkan warga untuk beribadah dengan tenang selama bulan Ramadhan.

Halaman:

Tags

Terkini