news

Jepang Luncurkan Visa Digital Nomad bagi Pelancong yang Ingin Bekerja dari Jepang selama 6 Bulan

Kamis, 15 Februari 2024 | 17:45 WIB
Jepang akan meluncurkan visa digital nomad bagi para pelancong yang juga ingin bekerja jarak jauh dari negara tersebut. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Pasca pandemi, terjadi gelombang perjalanan para wisatawan ke negara-negara di Eropa Selatan, seperti Italia, Spanyol, Yunani, Portugal, bahkan negara kecil seperti Andorra.

Namun, perhatian para pengelana sepertinya kini bergeser ke negara-negara Asia Timur khususnya Jepang. Sebanyak 25 juta wisatawan masuk ke Jepang tahun lalu, jumlah terbesar sejak tahun 2019.

Baca Juga: Alasan Komeng Pakai Foto Konyol di Surat Suara Pemilu 2024: Biar Beda

Bulan Desember saja, rekor perjalanan orang Amerika ke Jepang terpecahkan ketika orang Amerika yang bepergian ke negara tersebut menjadi 26,8% lebih banyak dibandingkan Desember 2019.

Minat orang untuk bekerja secara remote di Jepang juga meningkat, sehingga pemerintah Jepang berencana untuk mulai menawarkan visa digital nomad selama enam bulan pada akhir Maret 2024.

Peluncuran visa digital nomad ini juga menjadi upaya untuk mendorong pariwisata kembali ke negara tersebut setelah pandemi covid-19.

Visa digital nomad ini membantu memfasilitasi masa tinggal jangka panjang sekaligus meraup kontribusi ekonomi dari jutaan pekerja jarak jauh di dunia.

Baca Juga: Lelaki di Dunia Barat Mulai Langgar Tradisi, Ikuti Tunangannya, Pakai Cincin Tunangan

Penghasilan Rp 1 miliar

Jepang memang menawarkan segalanya, dari pemandangan alam yang menakjubkan dan kesenian di Laut Pedalaman Seto, hingga kehidupan malam perkotaan dan pemandangan kuliner di Tokyo.

Visa hanya menjadi satu lagi alasan bagi para pelancong dan ekspatriat untuk memasukkan Jepang ke dalam daftar kunjungan mereka.

Namun tidak sembarang orang bisa mendapatkan visa bagi nomaden digital ini. Badan Layanan Imigrasi Jepang menetapkan, untuk mendapatkan visa ini para nomaden digital harus memiliki penghasilan tahunan sebesar 10 juta yen atau sekitar Rp 1 miliar.

Baca Juga: Hasil Quick Count Tunjukkan Prabowo-Gibran Unggul, Gibran Ingin Segera Sowan ke Paslon 1 dan 3

Nomaden digital yang bekerja sendiri juga bisa mendaftar, tetapi mereka harus memiliki asuransi kesehatan pribadi.

Visa ini akan ditawarkan kepada pengunjung dari 49 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Singapura.

Halaman:

Tags

Terkini