PejuangKantoran.com - Banyak orang yang ingin bekerja di luar negeri. Jerman menjadi salah satu negara tujuan yang menarik buat pekerja Indonesia.
Sekilas terdengar menarik untuk bekerja di luar negeri seperti di Jerman. Namun nyatanya pekerja asing mengalami banyak diskriminasi di negara tersebut.
Hanya saja laporan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada Rabu, menyebut bahwa Jerman masih menjadi tujuan menarik bagi pekerja terampil dari luar negeri, meskipun para migran melaporkan adanya rasisme dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Raja Charles Buka Lowongan Kerja Sebagai Chef de Partie Kerajaan Inggris, Cek Syaratnya di Sini
Riset tersebut didapatkan dari penelusuran karier 30.000 orang berkualifikasi tinggi yang ingin datang ke Jerman sebagai pekerja migran sejak Agustus 2022.
Mereka juga menyebut bahwa 92% peserta jajak pendapat tersebut tinggal dan bekerja di luar negeri, dan masih tertarik untuk pindah ke Jerman, tambahnya.
Pada Juni 2023, ada sekitar 4,7 juta pengungsi Ukraina di negara-negara OECD. Jerman, Polandia, dan Amerika Serikat menampung jumlah pengungsi tertinggi dari Ukraina secara absolut, sementara Estonia, Republik Ceko, dan Lituania menerima jumlah pengungsi terbanyak dari jumlah penduduk.
“Pengalaman diskriminasi dilaporkan, terutama ketika mencari akomodasi dan di tempat umum,” kata Thomas Liebig dari OECD.
Baca Juga: 4 Pasar Takjil Dekat Area Perkantoran, Cocok Buat yang Suka Mampir Makan Usai Ngantor
Lebih dari separuh responden yang berhasil pindah ke Jerman mengatakan bahwa mereka mengalami diskriminasi akibat asal usul mereka ketika mencoba menyewa atau membeli apartemen atau rumah.
Mengingat kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat, migrasi tenaga kerja menjadi prioritas utama dalam agenda kebijakan, sementara tren integrasi ditandai dengan adanya kebutuhan khusus pengungsi dari Ukraina.