PejuangKantoran.com - Vatikan sudah mengonfirmasi kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia (Jakarta), Timor Timur (Dili), Papua Nugini (Port Moresby dan Vanimo), dan Singapura, pada 2-13 September nanti.
Kunjungan selama 11 hari itu menjadi perjalanan terlama dalam masa kepausan dari Paus berusia 87 tahun itu. Itu berarti lebih lama beberapa hari dari perjalanannya ke Amerika pada awal masa kepausannya yang kesebelas.
Baca Juga: Kabar Sukacita, Uskup Agung Jakarta dan KWI Ungkap Rencana Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia
Bahkan, ada kemungkinan perjalanan Paus Fransiskus ke wilayah Asia akan ditambah, karena Minggu ini, Menteri Luar Negeri Vatikan, Uskup Agung Paul Gallagher, berada di Vietnam dan membahas kunjungan Paus ke negara tersebut.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, yang merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, diharapkan akan memperkuat pesan toleransi, persatuan, dan perdamaian dunia.
“Kunjungan Paus ke Indonesia memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bagi umat Katolik, namun juga bagi seluruh umat beragama. Kunjungan ini diharapkan akan memperkuat pesan toleransi, persatuan, dan perdamaian dunia,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri RI.
Pihak Kemlu juga menambahkan bahwa kunjungan Paus, yang juga imam Yesuit kelahiran Argentina berdarah Italia, itu sebenarnya sudah dijadwalkan pada tahun 2020, namun tertunda karena pandemi Covid-19.
Baca Juga: Mengenal Manajemen Retail, Bagaimana Strategi untuk Memudahkan Pelanggan Saat Berbelanja?
Masalah pernapasan
Walaupun begitu, tak dapat dipungkiri bahwa perjalanan panjang tersebut akan berisiko bagi kesehatan, stamina, dan mobilitas Paus Fransiskus, yang mengawali masa kepausannya pada 19 Maret 2013.
Kesehatan Paus Fransiskus sudah lama menjadi sumber kekhawatiran, meskipun ia mampu melaksanakan jadwal pertemuan yang padat di Vatikan dan kunjungan ke paroki-paroki setempat.
Paus Fransiskus, yang salah satu paru-parunya sudah diangkat saat masih muda, harus membatalkan rencana kunjungannya ke Dubai akhir tahun lalu setelah ia menderita penyakit bronkitis yang parah.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Bekerja di Industri Retail, Cek Apakah Sesuai dengan Kepribadianmu!
Dia menderita masalah pernapasan sepanjang musim dingin dan harus membatasi partisipasinya dalam acara Pekan Suci lalu untuk menghemat energinya menjelang Paskah.
Paus Fransiskus juga sudah menggunakan kursi roda selama hampir dua tahun karena cedera ligamen lutut, sehingga perjalanan menjadi semakin sulit.