news

Tantang AS Jadi Pusat AI Dunia, Malta Ternyata Punya Lebih Banyak Startup AI Per Kapita

Kamis, 30 Mei 2024 | 20:41 WIB
Malta, negara berpenduduk 500.000 jiwa, memiliki startup AI lebih banyak daripada Amerika Serikat. (Freepik/Wirestock)

PejuangKantoran.com - Malta, pulau kecil di Laut Mediterania, sudah lama menjadi tempat menarik bagi turis-turis kaya dari penjuru dunia.

Mereka punya program “paspor emas” yang memberikan kewarganegaraan kepada orang-orang asing yang kaya dengan imbalan menginvestasikan sejumlah uang di negara tersebut.

Hal itu merupakan program paspor asing kedua yang paling banyak dicari oleh orang Amerika pada tahun 2023.

Baca Juga: Raih 2 Juta Penonton, Ini Penyebab How To Make Millions Before Grandma Dies Relate dengan Indonesia

Malta juga sudah mengucurkan dana untuk mengembangkan kecerdasan buatan sebelum perlombaan AI yang dipicu oleh ChatGPT dimulai.

Langkah tersebut membuat Malta kini dikabarkan memiliki konsentrasi startup AI lebih tinggi per kapita daripada Amerika Serikat.

Negara dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa ini sudah memiliki 56 startup AI, menurut pelacak startup Tracxn Technologies. Itu artinya, satu startup AI untuk setiap 9.500 penduduk.

Bandingkan dengan di AS, negara berpenduduk lebih dari 330 juta orang, yang mempunyai 24.000 startup AI. Jadi, rata-rata satu startup AI untuk setiap 14.000 penduduk.

Strategi AI baru

Malta memanfaatkan AI di berbagai pusat bisnis, universitas, dan pemerintahan sebagai cara untuk mengotomatisasi tugas, meningkatkan pendidikan, bahkan mengatasi kemacetan lalu lintas pada jam-jam sibuk.

Dalam laporannya, Business Insider menyatakan bahwa tahun 2019 Malta menguraikan visi untuk menjadi pusat AI dunia pada tahun 2030 melalui ekosistem “Ultimate AI Launchpad” .

Baca Juga: 7 Instansi dan Kementerian yang Buka Formasi CPNS 2024

Tujuannya agar Malta menjadi tempat di mana perusahaan serta pengusaha lokal dan asing dapat mengembangkan, membuat prototipe, menguji, dan meningkatkan AI.

Pada akhirnya, perusahaan bisa menunjukkan nilai inovasi mereka di seluruh negara yang siap untuk diadopsi.

AI akan menjadi “batu loncatan dari Malta ke dunia”, meskipun upaya-upaya untuk mencapai tujuan tersebut sempat terhenti antara pandemi dan pergantian pemerintahan politik.

Halaman:

Tags

Terkini