news

MicDrop Memungkinkan Para Musisi Menyanyi dalam Bahasa yang Tidak Mereka Kuasai

Minggu, 23 Juni 2024 | 20:51 WIB
Ilustrasi: MicDrop memungkinkan musisi mengeksplorasi transformasi vokal terkini. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Kecerdasan buatan membuat segalanya menjadi mungkin. Jika kemari nada berita tentang film dokumenter generatif Eno, yang dibuat dengan AI, kini sebuah perusahaan teknologi musik mengembangkan tools AI untuk menciptakan musik.

Perusahaan tersebut, SoundLabs, bekerjasama dengan label Universal Music Group agar para musisi dan produser label menggunakan MicDrop yang dikembangkan oleh SoundLabs.

MicDrop adalah pembuat plugin vokal bertenaga AI, yang kompatibel dengan semua DAW (Digital Audio Workstation) utama yang dapat dilatih untuk meniru suara artis dan membuat model vokal khusus untuk digunakan di studio.

Baca Juga: Ternyata, Ini yang Bikin Rani “Ipar adalah Maut” Tak Merasa Bersalah Berselingkuh dengan Kakak Iparnya

MicDrop memungkinkan musisi di bawah naungan UMG (di antaranya Taylor Swift, The Weeknd, Adele dan Kendrick Lamar) untuk mengeksplorasi transformasi vokal terkini.

Hal itu mencakup penerapan timbre suara mereka ke rekaman vokal dari artis lain (atau instrumen instrumental), mengubah ucapan menjadi nyanyian, dan mengubah urutan bahasa yang digunakan dalam rekaman vokal dinyanyikan.

Artinya, UMG dapat mengubah lagu artis menjadi versi bahasa asing untuk dirilis di wilayah berbeda tanpa artis tersebut harus masuk ke dalam bilik vokal.

UMG bahkan menyarankan bahwa perangkat lunak tersebut memungkinkan para seniman untuk berduet dengan diri mereka yang lebih muda dengan melatih perangkat lunak tersebut pada rekaman arsip.

Label musik tiga besar di dunia itu menekankan bahwa model vokal artis hanya akan tersedia untuk penggunaan pribadi mereka dan tidak tersedia untuk masyarakat umum.

UMG menekankan bahwa SoundLabs akan memberikan persetujuan dan kendali penuh kepada artis atas apa pun yang diproduksi dengan model vokal mereka.

Pada bulan Maret, UMG bermitra dengan Roland untuk memaparkan tujuh Principles for Music Creation with AI, sebuah kerangka etika seputar penerapan kecerdasan buatan dalam pembuatan musik.

Baca Juga: 1 dari 4 Karyawan Milenial Pilih Resign Jika Ada Permintaan dari Atasan Di Luar Jam Kerja

Pada 2023 lalu, dilaporkan bahwa UMG sedang dalam pembicaraan dengan Google mengenai lisensi suara artis dalam katalognya untuk digunakan dalam lagu yang dihasilkan AI.

Tujuannya untuk mengembangkan alat yang dapat digunakan oleh penggemar untuk mengubah suara mereka menjadi artis-artis UMG yang menggunakan teknologi AI.

SoundLabs adalah perusahaan teknologi AI baru yang dipimpin oleh produser, artis, dan pengembang perangkat lunak yang menjadi nominee Grammy, BT, yang sebelumnya mengerjakan plugin Stutter Edit dan BreakTweaker dari iZotope.

Halaman:

Tags

Terkini