PejuangKantoran.com - Wisatawan yang datang berkunjung ke Jepang mencapai rekor tertingginya setahun terakhir.
Jumlah kedatangan pengunjung mencapai rekor bulanan sebesar 3,08 juta pada bulan Maret, naik 70% dari tahun sebelumnya, dan melampaui angka 3 juta selama tiga bulan berturut-turut hingga bulan Mei.
Pariwisata ke dalam negeri memainkan peran yang semakin penting dalam perekonomian Jepang karena sektor ini menjadi industri ekspor terbesar kedua di negara itu, setelah mobil.
Baca Juga: Penelitian: Gen Z Rela Dipotong Gaji Asal Bisa Sering WFH dan Bareng Anabul
Ironisnya, negara tersebut justru mengalami krisis tenaga kerja yang parah di industri perhotelan.
Itu sebabnya, sebuah kelompok industri perhotelan besar di Jepang mengadakan bursa kerja pertamanya di Jakarta awal bulan ini untuk merekrut calon tenaga kerja Indonesia.
Acara bertajuk “Business Matching dan Explor Karir: Mengenali Pasar Kerja Perhotelan (Ryokan) Jepang” itu digelar oleh All Japan Ryokan and Hotel Association (ZENRYO-REN) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) bekerjasama dengan Pusat Pasar Kerja (Pasker.ID) dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Acara berlangsung selama 2 hari, Selasa dan Rabu, 2 – 3 Juli 2024 lalu di Gedung Vokasi Kemnaker dan dihadiri oleh 30 perusahaan perhotelan Jepang yang mewakili berbagai jenis Ryokan dan hotel modern, serta 110 P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) yang tersebar di Indonesia.
“Industri perhotelan… diperkirakan akan tumbuh kuat sebagai industri yang akan mendukung [perekonomian Jepang] di masa depan.
Baca Juga: Imbal Hasil Pertama ST012 Masuk Rekening Hari Ini: Rabu 10 Juli 2024, Cek Berapa yang Kamu Terima!
“Namun, sulit bagi masyarakat Jepang sendirian untuk mendukung pertumbuhan ini,” ujar Yoshihiro Inoue, Ketua Asosiasi Hotel Ryokan Seluruh Jepang, dalam acara yang dihadiri sekitar 800 orang tersebut.
Ia mengungkapkan harapannya untuk menciptakan masa depan industri perhotelan dengan mengundang tenaga kerja asing untuk datang dan bekerja di Jepang.
Bukan sekadar tenaga kerja
Ketika jumlah angkatan kerja semakin menyusut, Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja yang parah, terutama di industri perhotelan.
Hal ini sebagian disebabkan oleh industri yang terpaksa mengurangi karyawannya selama pandemi Covid-19.