PejuangKantoran.com - Banyak yang bilang, kebanyakan orang resign dari kantor karena ingin melepaskan diri dari manajer-nya. Itu sebabnya ada ungkapan, “People don’t quit companies, they quit bosses”.
Ketika ungkapan itu sudah kita anggap sebagai common wisdom, maka kita menganggapnya sudah pasti benar. Khususnya jika hal itu kedengaran masuk akal.
Meskipun kesimpulan tersebut didapat dari hasil penelitian Gallup, perlu diingat bahwa perusahaan konsultan manajemen itu tidak menyediakan datanya untuk ditinjau publik.
Baca Juga: Balloon Skirt Lagi Tren, Bisa Juga Lho Dipakai Buat Ngantor! Ini Inspirasinya Buat Kamu
Maka, lembaga SDM Culture Amp membuat penelitian tandingan. Mereka meminta Chief Scientist-nya, Dr. Jason McPherson, untuk menguji klaim bahwa ketika orang resign dari kantor, hal itu lebih sering terjadi karena manajer yang tidak kompeten.
Jason meninjau literatur dan penelitian yang tersedia, dan ternyata tidak menemukan bukti konklusif untuk mendukung pernyataan tersebut.
Karena itu Culture Amp menggabungkan informasi yang tersedia dengan data yang telah dikumpulkan dari ratusan perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Mereka menguji tim yang minimal beranggotakan delapan orang, karena seperti yang diungkapkan konsultan manajemen Peter Drucker: jika seseorang punya anggota tim kurang dari lima orang, ia bukan manajer yang sebenarnya.
Mereka ingin memastikan ada "manajer sejati" dari 175 tim yang mereka analisis. Mereka ingin memahami mengapa seseorang berkomitmen atau tidak berkomitmen pada tempat kerja mereka saat ini.
Dengan kata lain, mereka melihat apa yang mendorong retensi karyawan di perusahaan tertentu. Dari penelitian tersebut, mereka menemukan:
Baca Juga: Film Seni Memahami Kekasih Ingin Mendobrak Stigma di Kalangan Gen Z bahwa Pernikahan Itu Menakutkan
• Orang memang meninggalkan manajer yang tidak kompeten, tetapi itu bukan alasan nomor satu mengapa orang resign dari kantor.
• Di perusahaan yang baik, manajer bisa membuat perbedaan.
• Di perusahaan yang buruk, manajer yang baik atau buruk tidak membuat perbedaan sedikit pun terhadap keputusan seseorang untuk resign.
Apa artinya bagi perusahaan?
Perusahaan yang percaya pada mitos "meninggalkan manajer" memfokuskan perhatian mereka pada area yang salah ketika mencoba mengatasi masalah retensi.
Berikut ini yang perlu diketahui perusahaan tentang mempertahankan karyawan yang baik: