news

Mengapa Mahasiswa PPDS Undip Tidak Mengundurkan Diri Jika Tidak Tahan Menghadapi Bullying?

Minggu, 18 Agustus 2024 | 12:08 WIB
Mengapa ARL, mahasiswi PPDS Anestesi Universitas Diponegoro mengurungkan niatnya untuk mengundurkan diri? (csrsemarangkota.go.id)

Mengenai penyebab kematian ARL, pihak Undip mengklaim bahwa kematian mahasiswa tersebut tidak ada kaitannya dengan bullying dari seniornya.

Sebaliknya, Undip mengungkap adanya indikasi masalah kesehatan jika merujuk pada hasil investigasi internal mereka.

Baca Juga: Indonesia Resmi Punya Paspor Baru, Dari Hijau Jadi Merah Putih

Sementara itu, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkes sudah menurunkan timnya ke RSUP Kariadi dan Undip untuk menginvestigasi pemicu dugaan bunuh diri dr. ARL untuk memastikan adanya unsur bullying atau tidak.

Investigasi tersebut, menurut Plt Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, akan mencakup kegiatan korban selama menjalani program residensi di RSUP Kariadi.

"Walau PPDS ini program Undip, Kemenkes tidak bisa lepas tangan karena yang bersangkutan juga melakukan pendidikannya di lingkungan RS Kariadi sebagai UPT (Unit Pelayanan Kesehatan) Kemenkes," ujar Nadia, sambil menambahkan bahwa tim ini diharapkan selesai bekerja dalam satu minggu.

Koordinasi dengan Mendikbudristek sebagai pembina Undip, serta Dekan FK Undip, juga telah dilakukan oleh Kemenkes dalam melakukan investigasi.

Baca Juga: Bye-bye Paspor Hijau, Paspor Baru Merah Putih Disebut-sebut Punya Teknologi AntiPemalsuan

Tindakan tegas seperti mencabut Surat Izin Praktik dan Surat Tanda Registrasi akan diambil jika ada dokter senior yang terbukti melakukan praktik bullying (perundungan) yang mengakibatkan kematian.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengakui adanya bullying selama PPDS, namun mengatakan saat ini praktik tersebut sudah berkurang 80%.

Beban kerja yang panjang hingga lebih dari 24 jam disebut IDI menjadi faktor utama pemicu stres pada para dokter residen.

Halaman:

Tags

Terkini