PejuangKantoran.com - CEO Starbucks yang berasal dari India, Laxman Narasimhan, mengundurkan diri pada Selasa (13/8/2024).
Ia juga akan segera mundur sebagai anggota dewan Starbucks, demikian menurut raksasa kopi itu dalam pernyataan resminya.
Narasimhan, yang sebelumnya lama bergabung dengan PepsiCo dan merek konsumen lainnya, mengambil alih jabatan CEO pada bulan Maret 2023 setelah bekerja dengan founder dan CEO Starbucks yang lama, How ard Schultz.
Baca Juga: Siapa Bilang Alasan Utama Karyawan Resign karena Ingin Melepaskan Diri dari Manajernya?
Bulan lalu, Narasimhan berbicara tentang pentingnya work-life balance dalam sebuah wawancara dengan majalah Fortune, dan mengaku bahwa dia hampir tidak pernah bekerja lewat pukul 18.00.
Alasannya, dia sudah menyelesaikan pekerjaannya sebelum pukul 18.00, dan kalau ada yang menggunakan waktunya satu menit saja lewat batas waktu tersebut, mereka harus memastikan bahwa itu benar-benar penting.
"Saya sangat disiplin soal keseimbangan. Kalau ada acara setelah pukul 18.00 dan saya masih di luar, harusnya ada standar yang cukup tinggi untuk menjauhkan saya dari keluarga.
“Siapa pun yang mendapat waktu sebentar setelah itu, pastikan hal itu penting... Karena kalau tidak, itu akan menunggu di hari lain," kata pria berusia 57 tahun itu.
Kutipan dari wawancaranya pada 7 Juli itu kini menjadi viral di media sosial, dan beberapa pengguna mengklaim bahwa ia "dipecat".
Idenya bagus, tapi eksekusinya buruk
Baca Juga: Balloon Skirt Lagi Tren, Bisa Juga Lho Dipakai Buat Ngantor! Ini Inspirasinya Buat Kamu
Ketika baru bergabung dengan Starbucks pada Oktober 2022, Laxman Narasimhan membuat gebrakan pertama yang menarik. Ia mengikuti pelatihan selama 40 jam untuk menjadi barista Starbucks bersertifikat.
Nggak cuma itu, ketika resmi mengambil alih jabatan CEO pada bulan Maret, Narasimhan mengindikasikan bahwa dia akan terus melayani sebagai barista selama empat jam sebulan. Dia juga akan melakukannya di lokasi Starbucks yang berbeda-beda.
Namun gebrakannya tersebut rupanya tidak memberi dampak yang signifikan. Malahan, laporan laba baru-baru ini menunjukkan bahwa pendapatan kuartal ketiga Starbucks turun 4%, setelah penurunan kuartal sebelumnya sebesar 3%.
Dibandingkan dengan pendapatan setahun penuh untuk tahun 2023 yang naik 11,5% (tahun fiskal berakhir September 2023), merek tersebut mengalami penurunan tajam.
Artikel Terkait
Shopee Pindahkan Karyawan Satu Departemen Ke Solo dan Yogyakarta, Berapa Penghematannya?
Mengapa Karyawan yang Mumpuni Menjadi Tidak Kompeten ketika Diangkat Jadi Manager?
Wajib Tahu: Apa Sih Beda Asuransi Kesehatan Tradisional dan Asuransi Kesehatan Unit Link?
Lowongan Kerja di PT Nestle Indonesia Sebagai Management Trainee, Buruan Lamar!
Mengapa CEO Boeing yang Baru Kelly Ortberg Pilih Ngantor di Seattle, Kantor Pusatnya yang Lama?
6 Kebiasaan Sehat untuk Menurunkan Kortisol 'Si Hormon Stres' Saat Sibuk Bekerja
Seleb Rame-rame Flexing dengan Tesla Cybertruck, Apa Sih Istimewanya Mobil Besutan Elon Musk Itu?