news

Isi Pidato Paus Fransiskus di Indonesia: Serukan Perdamaian dan Persatuan dalam Bhineka Tunggal Ika

Kamis, 5 September 2024 | 09:25 WIB
Paus Fransiskus menyapa anak-anak di Gereja Katedral Jakarta. (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE) (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE)

PejuangKantoran.com - Dalam kunjungan apostoliknya ke Indonesia, Paus Fransiskus menyampaikan pidatonya. Pidato Paus Fransiskus ini disampaikan saat di Istana Negara RI saat pertemuan kenegaraan dengan Presiden RI Joko Widodo, pada Rabu (4/9). 

Berikut isi pidato Paus Fransiskus di Indonesia:

Baca Juga: Lagu Viva il Papa untuk Paus Fransiskus: Semangat dan Makna di Misa Akbar GBK

"Dengan sepenuh hati saya berterima kasih kepada Anda, Bapak Presiden, atas undangan yang menyenangkan untuk mengunjungi negara Anda dan atas kata sambutan Anda yang ramah.

Saya mengucapkan salam hangat kepada Presiden terpilih untuk masa tugas pelayanan Anda yang membawa hal baik untuk Indonesia, sebuah negara kepulauan yang luas yang terdiri dari ribuan pulau yang dikelilingi laut yang menghubungkan Asia ke Oseania.

Dapat dikatakan bahwa sebagaimana samudera adalah unsur alami yang menyatukan seluruh kepulauan di Indonesia, demikian pun sikap saling menghargai terhadap kekhasan karakteristik budaya, etnis, bahasa dan agama dari semua kelompok yang ada di Indonesia. Ini adalah kerangka yang tak tergantikan, yang menyatukan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang bersatu dan bangga.

Semboyan negara Anda, Bhinneka Tunggal Ika atau bersatu dalam keberagaman, secara harfiah berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua, mengungkapkan realitas beraneka sisi dari berbagai orang yang disatukan dengan teguh dalam satu bangsa.

Semboyan ini juga memperlihatkan bahwa, sebagaimana keanekaragaman hayati yang ada dalam negara kepulauan ini adalah sumber kekayaan dan keindahan.

Demikian pula perbedaan-perbedaan Anda secara khusus berkontribusi bagi pembentukan mosaik yang sangat besar, yang mana masing-masing keramiknya adalah unsur tak tergantikan dalam menciptakan karya besar yang otentik dan berharga.

Baca Juga: Perubahan Besar setelah 29 Tahun, Ace Hardware Pamit dari Indonesia: Ada Apa Nih?

Kerukunan di dalam perbedaan dicapai ketika perspektif-perspektif tertentu mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan bersama dari semua orang, dan ketika setiap kelompok suku dan denominasi keagamaan bertindak dalam semangat persaudaraan, seraya mengejar tujuan luhur dengan melayani kebaikan bersama.

Kesadaran untuk berpartisipasi dalam sejarah bersama, yang di dalamnya solidaritas adalah unsur hakiki dan semua orang memberikan sumbangsihnya, membantu mengidentifikasi solusi-solusi yang tepat, untuk menghindari kedongkolan yang muncul dari perbedaan dan untuk mengubah perlawanan kepada kerja sama yang efektif.

Keseimbangan yang bijaksana namun rentan ini, antara kemajemukan budaya yang besar dan ideologi-ideologi yang berbeda, dan cita-cita yang mempererat persatuan, haruslah dibela terus-menerus dari berbagai ketimpangan.

Ini adalah karya keterampilan yang dipercayakan kepada semua orang, tapi secara khusus kepada mereka yang terlibat dalam kehidupan politik, yang harus memperjuangkan kerukunan, persamaan, rasa hormat atas hak-hak dasar manusia, pembangunan berkelanjutan, solidaritas dan upaya mencapai perdamaian, baik di dalam masyarakat maupun dengan bangsa-bangsa serta negara-negara lain.

Halaman:

Tags

Terkini