news

Ketimbang Bekerja Kantoran 9 to 5, Ini yang akan Dilakukan Gen Z dengan Smartphone-nya

Kamis, 12 September 2024 | 22:13 WIB
Ilustrasi: Ini yang akan dilakukan Gen Z jika tidak jadi pekerja kantoran yang bekerja dengan jam kerja formal. (Freepik/Lifestyle Memory)

PejuangKantoran.com - Dunia kerja saat ini menawarkan berbagai kemungkinan. Dari jenis pekerjaan yang semakin beragam, jam kerja yang fleksibel, serta bekerja dengan sistem full WFH.

Meskipun begitu, berbagai kemungkinan tersebut rupanya belum cukup menarik bagi karyawan Gen Z. Terbukti, 76% Gen Z lebih memilih berwirausaha daripada pekerjaan 9-5, dibandingkan dengan 57% milenial yang menginginkannya.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh bank Inggris Santander UK itu mengungkapkan bahwa tiga perempat Gen Z berusaha untuk "menjadi bos bagi diri mereka sendiri".

Baca Juga: Google Membuka Lowongan Kerja untuk Spesialis Lokalisasi Bahasa Indonesia

Mereka juga tidak berencana untuk bekerja kantoran dari pukul 09.00 hingga 17.00 selamanya.

Sebanyak 77% di antara mereka juga yakin akan kemampuan mereka untuk meluncurkan dan menjalankan bisnis yang sukses, dan 39% berniat menjalankan bisnis mereka dari smartphone mereka.

Kemudian, setengah dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa Gen Z dan milenial memiliki keuntungan dalam hal memulai bisnis karena mereka tumbuh di era digital.

Sebagai perbandingan, Gen X dan Boomer mengatakan bahwa peluang untuk memulai bisnis di usia muda lebih sedikit bagi mereka (34%).

Hal itu disebabkan mereka mendapat lebih banyak tekanan untuk mengikuti jalur pendidikan dan karir secara tradisional.

"Gen Z terbukti menjadi generasi yang paling berjiwa wirausaha, dan itu bukan suatu kebetulan," kata Sam Jones, bintang Dragon's Den dan pendiri Gener8.

Baca Juga: Lenovo Mencari Global Lead untuk Pemasaran Sosial dan Komunitas di Legion Gaming

“Nggak kayak generasi sebelumnya, mereka tumbuh sepenuhnya dalam era digital, di mana informasi, perangkat, dan koneksi global bisa dijangkau dengan satu klik.”

Paparan konstan itu telah menumbuhkan pola pikir yang menghargai inovasi dan ketangkasan.

“Dengan pemahaman mendalam tentang lanskap digital, mereka tidak hanya siap untuk memulai usaha mereka sendiri, tetapi juga diposisikan secara unik untuk melampaui generasi sebelumnya dalam mengubah ide menjadi kenyataan,” tambah Mike Regnier, CEO, Santander UK.

"Jelas bahwa Gen Z yang melek digital sangat berjiwa wirausaha, tetapi kualitas yang kita butuhkan untuk berhasil sendiri tidak dibatasi oleh usia.”

Halaman:

Tags

Terkini