news

5 Masalah Penyelenggaraan PON Aceh-Sumut 2024 yang Sempat Dikeluhkan Atlet dan Official

Minggu, 22 September 2024 | 12:06 WIB
Pekan Olahraga Nasional 2024 atau PON XXI di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, 9 September 2024, yang dibuka dengan megah, namun menyisakan sejumlah persoalan yang terungkap melalui media sosial. (Kemenparekraf.go.id)

PejuangKantoran.com - Pekan Olahraga Nasional 2024 atau PON XXI baru selesai berlangsung setelah digelar dari 9 - 20 September 2024 di Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah.

Pemerintah Sumatera Utara menyiapkan lahan seluas 100 hektar untuk membangun Sumut Sport Center di Kualanamu, serta lahan seluas 300 hektar di Desa Sena, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, untuk PON 2024.

Sedangkan Pemerintah Aceh menyiapkan lahan seluas 240 hektar, juga untuk keperluan menjadi tuan rumah PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini.

Baca Juga: Lowongan Kerja OT Group Jadi Digital Marketing Supervisor

Sayangnya hingga penyelenggaraan PON 2024 berakhir, urusan venue ini masih menyisakan sejumlah persoalan yang menuai sorotan di media sosial.

Pada pekan pertama penyelenggaraan PON yang dibuka Presiden Jokowi di Stadion Harapan Bangsa, Aceh, tersebut, terlihat infrastruktur, akomodasi, dan pelayanan kepada atlet belum memadai.

Berikut sejumlah masalah dalam PON XXI yang dikeluhkan official dan atlet dalam kompetisi olahraga multicabang tersebut.

1. Kamar mandi tak layak

Tim Voli DKI Jakarta mengeluhkan kondisi kamar mandi yang kotor dan kurangnya air bersih di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center Deli Serdang.

"Air bersih yang kurang dan kamar mandi yang tidak layak untuk dipakai para atlet," kata Kapten Tim Voli DKI Jakarta Okky Damar kepada wartawan, Selasa (10/9/2024) lalu.

Baca Juga: Linkin Park Umumkan Vokalis Baru Emily Armstrong, 7 Tahun Setelah Kematian Chester Bennington

Padahal, Damar berharap venue PON 2024 lebih baik daripada PON Papua 2020.

2. Jalan yang berlumpur

Jalur menuju area GOR Voli Indoor Sumut diketahui belum rampung sehingga jalannya masih berlumpur. Akibatnya, para atlet dan official mengaku kesulitan mengakses GOR tersebut.

Ketua Harian Pengurus Besar PON Baharuddin Siagian menjelaskan, pengerjaan jalan terhenti karena faktor hujan. "Jalannya memang sedang dibuat, jadi becek karena hujan," tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini