PejuangKantoran.com - Nama "Mulyono" sedang banyak disebut belakangan ini. Nama ini diketahui sebagai nama yang diberikan saat Jokowi lahir.
Nama Mulyono kemudian diubah menjadi Joko Widodo, konon karena dirinya sering sakit-sakitan waktu kecil. Hal ini boleh dibilang merupakan kebiasaan masyarakat Jawa zaman dulu.
Saat ini, nama Mulyono lebih menjadi suatu istilah yang lahir dari kritikan-kritikan warganet di Indonesia yang mengarah kepada sosok ataupun kebijakan Presiden RI Jokowi.
Baca Juga: Cara Bijak untuk Berhenti dari Jebakan “Doom Spending”, Ternyata Mudah Saja!
Namun di tengah makin populernya sebutan Mulyono sebagai bentuk kritikan terhadap Jokowi tersebut, Kaesang Pangarep justru muncul dengan rompi bertuliskan "Putra Mulyono".
Rompi tersebut dikenakan putra bungsu Jokowi tersebut saat blusukan ke Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Selasa (24/9/2024).
Mulanya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu datang untuk membagikan buku dan susu kepada warga setempat, ditemani calon wakil gubernur (Cawagub) Kabupaten Tangerang 2024, Larry Yustira.
Namun, warga menyambut kunjungan Kaesang sambil berebut agar bisa berfoto selfie dengannya. Hal ini tidak terlepas dari rompi "Putra Mulyono" yang menarik perhatian publik.
Tulisan "Putra Mulyono" ada di bagian belakang rompi Kaesang, dengan gambar siluet pria sedang duduk menyerupai sosok Jokowi.
Baca Juga: Milenial dan Gen Z yang Melakukan Tren “Doom Spending”, Hati-Hati Bisa Miskin Mendadak!
Momen ini menimbulkan asumsi publik terhadap Kaesang yang cenderung "tebal muka" dengan kritikan netizen.
Lantas, apakah Kaesang sedang menunjukkan politik antibaper atau justru antikritik? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Politik Antibaper
Kaesang menggalakkan “politik gembira” atau “antibaper” bersama PSI, pada 2023 lalu.
Ketum PSI itu menilai, pendekatan politik yang unik dengan menghadirkan kegembiraan dapat memenangkan hati rakyat.