news

Pembaruan Copilot Bikin Chatbot Microsoft AI Itu Lebih Menjadi Teman Digital dan Bisa Ngobrol

Sabtu, 5 Oktober 2024 | 15:16 WIB
Ilustrasi: Microsoft AI ingin agar pembaruan Copilot bisa membuat tools AI itu menjadi teman bagi manusia. (PejuangKantoran.com/Freepik/Rawpixel)

Misalnya saja Think Deeper, yang menurut Microsoft dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang lebih rumit.

Kemudian ada Copilot Vision, yang dapat melihat apa yang ada di layar komputer untuk menjawab pertanyaan atau menyarankan langkah selanjutnya.

Baca Juga: Perempuan Ini Komplain Karena Kena Denda Telah Mengotori Bedcover Hotel. Jika Mengalaminya, Apa Yang Harus Dilakukan?

Diciptakan untuk jadi “pendamping hidup”

Pembaruan Copilot ini sesuai dengan visi Microsoft yang ingin semakin banyak orang menggunakan AI dalam kehidupannya sehari-hari.

CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, berpendapat bahwa orang-orang membutuhkan AI lebih dari sekadar alat produktivitas, tetapi juga sebagai teman digital.

“Saya pikir di masa depan, pikiran pertama yang akan kamu miliki saat akan memiliki pertanyaan atau melakukan sesuatu adalah, 'Hei, Copilot,'” kata Suleyman kepada CNN.

Tools AI ini disebutnya bisa untuk mengingat, membeli, memesan, membantu merencanakan, atau bahkan mengajari.

Ia menambahkan, “Copilot akan menjadi pendorong kepercayaan diri, mendukung, dan menjadi pihak yang membuat kamu bersemangat.

"Ini akan hadir di semua perangkat, di mobil, di rumah, dan kamu benar-benar akan mulai menjalani kehidupan bersama.”

Baca Juga: Digital Detox At Work, Diet Tidak Menggunakan Gadget Ternyata Perlu Dilakukan Di Kantor. Begini Caranya!

Akankah mengorbankan hubungan antarmanusia?

Suleyman bilang, “Kami benar-benar membuat model AI yang dirancang untuk percakapan, sehingga terasa lebih fasih, lebih bersahabat, serta memiliki energi yang nyata dan berkarakter.”

"Jadi, Copilot bisa sedikit lucu dan benar-benar mengoptimalkan obrolan jangka panjang, bukan sekadar tanya-jawab.”

Namun, inilah yang dikhawatirkan beberapa ahli. Mereka cemas bahwa bot yang terdengar terlalu manusiawi bisa membentuk keterikatan emosional hingga mengorbankan hubungan di dunia nyata.

Halaman:

Tags

Terkini