Pejuangkantoran.com Pada anggal 2 Oktober 2024 lalu, tercatat 47 ekor harimau, tiga singa, dan satu macan kumbang tewas karena flu burung di sebuah kebun Binatang di Bien Hoa, Vietnam bagian Selatan.
Menurut petugas kebun binatang tersebut, seperti yang dikutip VNExpress, Vuon Xoai para karnivora itu diberi makan ayam yang dibeli dari peternakan setempat. Seekor macan kumbang dan 20 ekor harimau berikut beberapa anak harimau itu berat antara 10 – 120 kilogram saat mereka mati.
Wabah lain juga terjadi di kebun binatang di dekat provinsi Long An, di mana 27 harimau dan 3 singa mati dalam seminggu pada bulan September.
Dari hasil tes yang dilakukan oleh Pusat Diagnosis Kesehatan Hewan Nasional, hewan-hewan tersebut mati “karena virus H5N1 tipe A”, kata Vietnam News Agency (VNA).
Bangkai hewan karnivora ini dibakar dan dikuburkan di tempat itu.
Ke-30 staf yang merawat harimau-harimau yang tewas itu dinyatakan negatif flu burung dan berada dalam kondisi kesehatan normal.
Dari kasus di Vietnam ini, lebih dari 20 harimau lainnya diisolasi untuk pemantauan. Ada sekitar 3.000 hewan lainnya termasuk singa, beruang, badak, kuda nil, dan jerapah yang ada di dalam kebun binatang ini.
Meningkatkan Kemungkinan Terjadinya Pandemi Lagi?
Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1959. Virus ini kemudian berkembang menjadi ancaman yang lebih luas dan sangat mematikan bagi burung-burung yang bermigrasi dan unggas peliharaan.
Wabah ini kemudian berevolusi. Dalam beberapa tahun terakhir H5N1 terdeteksi pada semakin banyak hewan. Tak hanya burung, virus ini juga mulai ditemukan pada anjing dan kucing hingga singa laut dan beruang kutub.
Pada kucing, para ilmuwan menemukan virus menyerang otak, merusak dan membekukan pembuluh darah serta menyebabkan kejang dan kematian.
Jenis flu yang tidak biasa yang berasal dari hewan kadang-kadang juga ditemukan pada manusia. Pejabat kesehatan di Amerika Serikat mengatakan pada hari Kamis (3/09/2024) bahwa dua pekerja di industri susu di California terinfeksi.
Dengan demikian total 16 kasus terdeteksi di Amerika Serikta pada tahun 2024 ini.