news

Usulan Atasi Kemacetan 3 Cagub Pilkada Jakarta 2024 Keren. Yang Tak Kalah Penting Kamu Juga Harus Paham Prioritas dan Hirarki Pengguna Jalan Raya

Rabu, 9 Oktober 2024 | 14:58 WIB
Ilustrasi kemacetan Jakarta. (Freepik)

Pejuangkantoran.com Kemacetan masih menjadi salah satu PR yang harus diselesaikan di Jakarta. Oleh karena itu, program mengatasi masalah kemacetan menjadi salah satu sorotan publik dari ketiga paslon kepala daerah Jakarta di tahun 2024 ini.

Baik Ridwan Kamil sebagai calon gubernur dari paslon nomor 1, Dharma Pongrekun calon gubernur dari pslon nomor 2, dan Pramono Anung calon gubernur dari paslon nomor 3, sama-sama mempunya solusi yang wajib kamu Simak. Terutama warga Jakarta dan sekitarnya.

Ridwan Kamil atau RK, mempunyai usulan membuat riverway di 13 sungai di Jakarta. Kemudian perluasan flyover. Lalu membuat pusat-pusat pertumbuhan di Meruya, Ancol, PIK, Kelapa Gading, TB Simatupang untuk mengurangi pergerakan. Serta mengusulkan work from home (WFH) bergiliran.

Baca Juga: Raih 3 Penghargaan Bergengsi Dalam TOP BUMN Awards 2024, BRI Dedikasikan Penghargaan Ini untuk BRIlian

Sementara Pongrekun mengajukan usul agar mengoptimalkan manajemen angkutan umum yang sudah ada, tidak ada penambahan armada. Memastika jeda antar angkutan umum sekitar 10 menit. Perlakuan khusus untuk disabilitas, lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Kendaraan umum harus nyaman (ber-AC dan tidak pengap). Memasukkan budaya antre dalam kurikulum Pelajaran sekolah. Membuat compound terpusat dengan tempat tinggal, pasar, sekolah, dan simpul transportasi terkonsolidasi pada jarak 500 meter.

Lalu menyediakan tempat parker yang aman dan nyaman.

Sementara Pramono mengajukan usulan Transjakarta diperluas menjadi Transjabodetabek. Bahkan sampai Puncak dan Cianjur. Ini unuk mengurangi pergerakan kendaraan pribadi masuk wilayah Jakarta.

Lalu gratis naik Transjakarta bagi 15 golongan dan diperluas hingga ke layanan MRT dan LRT.

Baca Juga: Sudah 12 Tahun Gaji Hakim Tidak Naik, Solidaritas Hakim Tuntut Kenaikan Tunjangan Jabatan 142%

Tak sekadar tertib lalu lintas

Terlepas dari semua usulan program dari ketiga paslon, mengatasi kemacetan harus dimulai dari pengguna jalan raya itu sendiri.

Tak hanya harus mau mengurangi penggunaan kendaran pribadi utamanya, tapi yang juga penting salah satunya adalah memahami memahami prioritas pengguna jalan raya dan hirarki pengguna jalan raya.

Tertib lalu lintas dengan mematuhi aturan saat berkendara di jalan raya merupakan sebuah kewajiban. Hal ini bertujuan agar lalu lintas berjalan tertib, tentram, dan lancar.

Halaman:

Tags

Terkini