PejuangKantoran.com - Perusahaan teknologi Amerika yang bergerak di bidang e-commerce, cloud computing, dan artificial intelligence, Amazon memberhentikan 14.000 manajer.
Didirikan oleh Jeff Bezos pada 1994, perusahaan ini telah menjadi pelopor di dunia online shopping. Dalam empat tahun sejak didirikan, Amazon sudah memiliki 4 juta pelanggan.
Namun inflasi yang tinggi, ketidakpastian ekonomi, dan overhiring selama pandemi, membuat banyak perusahaan teknologi terpaksa melakukan perampingan karyawan.
Baca Juga: Priyanka Chopra Bilang, Citadel Proyek Pertama yang Memberinya Honor Setara Pemain Pria
Memberhentikan karyawan biasanya merupakan salah satu tindakan pemotongan biaya pertama karena karyawan merupakan salah satu pengeluaran perusahaan yang terbesar.
Hal inilah yang terjadi pada perusahaan Jeff Bezos tersebut. Amazon telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi sektor teknologi mengalami perubahan yang cepat.
Hal itu membuat mereka terpaksa menilai kembali struktur organisasi mereka agar tetap kompetitif.
Untuk itu, Amazon memberhentikan 14.000 manajer pada 2025 sebagai langkah untuk menghemat 3 miliar dollar per tahun.
Rencana restrukturisasi ini merupakan bagian dari strategi CEO Andy Jassy yang lebih luas untuk merampingkan operasi dan meningkatkan efisiensi di seluruh perusahaan.
Rencana tersebut akan difokuskan pada pemangkasan jabatan manajerial dan konsolidasi tanggung jawab, yang bertujuan agar perusahaan lebih efisien dan tetap kompetitif di industri teknologi yang makin berkembang.
Baca Juga: Apa Itu Non-Compete Agreement, yang Kadang Harus Ditandatangani Karyawan Saat Masuk Kerja?
Berbagai sumber mengungkapkan bahwa Jassy telah mendorong transformasi ini untuk memangkas lapisan manajemen yang berlebihan dan mendorong peningkatan operasional, khususnya sebagai respons terhadap perubahan cepat dalam sektor teknologi.
Inisiatif restrukturisasi ini mengikuti beberapa putaran PHK di area bisnis non-inti selama setahun terakhir. Sejalan dengan ini, Jassy memperkenalkan "jalur informasi birokrasi".
Konsep tersebut memungkinkan karyawan untuk melaporkan prosedur yang tidak perlu yang memperlambat produktivitas.
Menurut investment bank Amerika, Morgan Stanley, pengurangan tersebut akan mengurangi tenaga kerja manajemen global Amazon dari sekitar 105.770 menjadi sekitar 91.936.