PejuangKantoran.com - Liam Payne menjadi bintang di usia 16 tahun setelah membentuk kelompok One Direction di The X Factor bersama Zayn Malik, Louis Tomlinson, Niall Horan, dan Harry Styles, pada tahun 2010.
Namun di balik popularitas dan kekayaannya, Liam adalah sosok yang rapuh. Sejak kecil ia berjuang dengan masalah kesehatan dan bullying. Bahkan ketenaran itu pula yang membuatnya melarikan diri ke narkoba.
Di saat gangguan kesehatan mentalnya belum benar-benar teratasi, Liam Payne ditemukan tewas setelah terjatuh dari lantai tiga kamarnya di Hotel Casa Sur, Buenos Aires, Argentina, Rabu (16/10/2024).
Baca Juga: BRI dan IPB Hadirkan Balai Rakyat Indonesia untuk Kembangkan Potensi Ekonomi Di Sekitar Kampus IPB
Dari berbagai problem kesehatan Liam Payne berikut, pantaslah kita belajar untuk lebih peka pada kesulitan orang lain.
Lahir prematur
Dalam biografi band tahun 2011, yaitu Dare to Dream - Life as One Direction, Liam mengaku bahwa ia hampir mati ketika dilahirkan.
“Dokter tidak bisa mendapatkan reaksi apa pun dari saya, jadi saya harus disadarkan. Dan meskipun tampaknya saya baik-baik saja, ada masalah yang mendasarinya,” ujar Liam yang dikutip dalam buku tersebut.
Dia lahir tiga minggu lebih awal, dan sejak itu sering sakit-sakitan. Hingga usianya empat tahun, Liam harus menjalani berbagai tes yang tak ada habisnya di rumah sakit.
Mengalami bullying
Baca Juga: Mantan Anggota One Direction Liam Payne Tewas Terjatuh dari Hotel
Pada We Love Pop, pria yang lahir pada 29 Agustus 1993 itu menceritakan bagaimana ia di-bully oleh kakak-kakak kelasnya di sekolah.
"Saya duduk di kelas delapan, dan mereka siswa kelas 12. Saya menceritakannya kepada orang tua dan guru saya, tetapi (bullying) itu tidak berhenti. Jadi saya harus menyelesaikannya sendiri," ujarnya.
Untuk menambah kepercayaan dirinya, Liam mengikuti perkemahan untuk belajar boxing. Ia merasa, jika menguasai bela diri ia bisa melawan siapa pun.
Ia juga meminta seorang pria kenalannya yang berusia awal dua puluhan untuk berpura-pura menjadi kakak laki-laki nya, dan menjemputnya dari sekolah. Barulah setelah itu bullying berhenti.