Pejuangkantoran.com Pilpres Amerika Serikat (AS) 2024 saat ini sedang berlangsung pegnhitjngan suaranya. Donald Trump yang diusung Partai Republik dan Kamala Harris berebut suara rakyat Amerika Serikat.
Apakah dampak pilpres ini terhadap Indonesia? Terlepas dari siapa pun yang akan terpilih nanti, dampaknya terhadap Indonesia pasti ada, mulai dari soal perdagangan, target penurunan emisi, hingga geopolitik (terutama di Laut China Selatan).
Dari sisi perdagangan, kalangan pengusaha Indonesia tidak berharap tinggi pada hasil pilpres AS 2024.
Pertumbuhan Aktivitas Ekonomi
Seperti yang dikutip BBC.com, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani menyebutkan bahwa jika merujuk dari rekam jejak pergantian presiden AS, siapa pun yang terpilih tidak berdampak signifikan terhadap perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan AS.
Menurut Shinta, seperti yang dituturkan kepada BBC.com, dalam parameter pertumbuhan ekspor Indonesia ke AS dan pertumbuhan investasi AS di Indonesia selama ini tidak ada perubahan yang signifikan, antara era Donald Trump dengan era Joe Biden.
“Keduanya hanya menciptakan pertumbuhan aktivitas ekonomi bilateral secara modest, pertumbuhan kurang lebih 5% - 10% per tahun, dan konsentrasi kerja sama ekonomi pun tak banyak berubah,” kata perempuan yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) seperti yang dimuat di laman situs BBC.com.
Hanya saja Shinta memprediksi akan ada perbedaan yang cukup terlihat antara Trump dan Harris dalam cara pendekatan hubungan bilateral. Selain itu, menurut Shinta masih relatif sama.
Pendapat yang sama datang dari ekonom dari Institute for Development for Economics and Finance (INDEF), Andry Satrio. Andry berkaca pada rekam jejak beberapa tahun belajangan ketika Trump menjabat sebagai Presiden AS.
Menurut Andry, para pengusaha menginginkan biaya untuk ketidak pastina itu bisa ditekan.
“Tapi untuk kedua pasangan sih menurut saya, berkaca pada yang kemarin dan sebelum-sebelumnya, masih belum begitu besar dampaknya ke Indonesia,” lanjut Andry.
Baca Juga: Donald Trump Jual Sneaker Rp6,2 Juta, Ludes dalam 2 Jam