PejuangKantoran.com - Sebagai bank yang berpihak kepada masyarakat kecil dan UMKM, BRI selalu berusaha memperluas akses keuangan dan memberdayakan masyarakat pedesaan.
Hal ini antara lain dilakukan melalui dukungan Agen BRILink, nasabah BRI yang bertindak sebagai agen yang dapat melayani transaksi perbankan bagi masyarakat dengan konsep sharing fee.
Keberadaan AgenBRILink memungkinkan BRI untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga: Transformasi Hijau BRI: Pembiayaan Keberlanjutan Tembus Rp764,8 Triliun
AgenBRILink tidak hanya membuka akses layanan keuangan di wilayah pedesaan, tetapi juga membantu pelaku UMKM untuk berkembang melalui dukungan literasi keuangan dan penyaluran kredit.
Jaringan keagenan ini menjalankan strategi hybrid bank dengan memadukan layanan digital dan fisik yang tersebar hingga ke setiap sudut negeri.
Sri Dewi, pemilik warung di Desa Pematang Seleng, Aiknabara, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, adalah salah satu contoh nyata keberhasilan program ini.
Sebagai AgenBRILink di kawasan perkebunan kelapa sawit yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani, Dewi menyediakan layanan transaksi seperti tarik tunai, setor tunai, dan pembayaran tagihan.
Dewi, yang sudah menjalankan peran sebagai AgenBRILink selama tujuh tahun terakhir, juga membantu penyaluran produk Kredit Cepat (Kece) kepada masyarakat sekitar.
Produk ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha kecil di desa yang membutuhkan akses pembiayaan cepat dan mudah.
Baca Juga: Kamu Kesulitan Dalam Manajemen Waktu Kerja? Gunakan Teknik Pomodoro Untuk Solusinya!
Manfaat ekonomi bagi keluarga
Untuk menjadi Agen BRILink, tentunya Dewi lebih dulu dibekali dengan berbagai pelatihan tentang produk-produk BRI, termasuk Kece, untuk membantu memenuhi kebutuhan finansial masyarakat.
"Dukungan dari BRI yang membimbing saya dalam memahami produk-produk BRI, sangat membantu dalam menjalankan peran sebagai AgenBRILink.
“Saya juga mendapat edukasi untuk menganalisis calon debitur, sehingga dapat menyalurkan Kece yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha di daerah kami,” kata Dewi.