news

Meta Pecat 24 Karyawan karena Memakai Uang Makan untuk Membeli Barang Lain, Karyawan Bergaji 6M Juga Kena!

Sabtu, 16 November 2024 | 12:10 WIB
Ilustrasi: Membeli barang-barang lain menggunakan uang makan dari perusahaan dianggap sebagai pelanggaran di Meta, yang lalu memecat 24 karyawan karena penyalahgunaan uang makan. (Unsplash/Julio Lopez)

PejuangKantoran.com - Di kebanyakan perusahaan, uang makan yang tak seberapa memang akhirnya habis digunakan untuk sekali makan (bahkan mungkin kurang). 

Namun di perusahaan yang uang makannya cukup besar, meal allowance terkadang digunakan untuk membeli hal-hal lain karena tersisa. Dan hal ini rupanya dianggap sebagai pelanggaran oleh perusahaan.

Meta, induk perusahaan Facebook, Meta, adalah salah satu yang menerapkan aturan tegas mengenai uang makan. Perusahaan ini baru saja memecat 24 karyawan karena menyalahgunakan kupon makan senilai $25 untuk membeli barang-barang non-makanan.

Baca Juga: 6 Aktivitas Normal bagi Kebanyakan Orang yang Dianggap Membosankan bagi Orang Cerdas

Meta memecat staf tersebut setelah menyadari bahwa sistem kredit makanan itu disalahgunakan untuk membeli barang-barang rumah tangga seperti deterjen, pasta gigi, gelas anggur, dan plester jerawat.

Beberapa karyawan bahkan mengumpulkan uang makan mereka untuk mengirim makanan ke rumah alih-alih makan di kantor.

Sehari Rp1 juta

Uang makan di Meta ini memang nggak kaleng-kaleng. Perusahaan memberikan tunjangan makanan sebesar $75 per hari (sekitar Rp1,1 juta), yang dibagi menjadi 20 untuk sarapan, dan $25 untuk makan siang, dan sisanya untuk makan malam.

Mereka bisa menggunakan kupon makan untuk membeli makanan di kantin markas Meta di Sillicon Valley. Sedangkan karyawan yang berkantor di lokasi yang lebih kecil diberi kredit harian untuk memesan makanan melalui UberEats dan Grubhub.

Bisa jadi tunjangan makanan itu dianggap lebih dari cukup, sehingga beberapa karyawan sering memanfaatkannya untuk membeli hal-hal lain.

Baca Juga: 3 Hal Ini Ternyata Bukan Tanggung Jawab HR Sepenuhnya, karena Perlu Kerja Sama Semua Pihak

Mereka yang dipecat adalah karyawan yang berulangkali melakukannya. Sedangkan pelanggar aturan yang sesekali melakukannya akan diberi peringatan.

Pelanggaran ternyata juga dilakukan oleh karyawan yang gajinya juga cukup tinggi.

Menurut laporan tersebut, seorang mantan karyawan Meta yang memperoleh $400.000 (sekitar Rp6,3 miliar) per tahun mem-posting di situs jejaring kerja anonim Blind. Ia menggunakan uang makan senilai $25 untuk membeli bahan makanan.

"Pada hari-hari ketika saya tidak makan di kantor, seperti saat suami saya memasak atau saat saya makan malam dengan teman-teman, saya pikir saya tidak boleh menyia-nyiakan kredit makan malam," ujar karyawan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini