news

Program BRI Klasterku Hidupku Benar-Benar Memberikan Kehidupan, Salah Satunya Adalah Petani Alpukat Ungaran

Kamis, 21 November 2024 | 11:20 WIB
berkat Klasterku Hidupku BRI, petani alpukat menjadi sejahtera. (BRI)

”Pusbikat ini awalnya hanya mencakup satu wilayah, satu RT di satu lingkungan. Tapi kemudian berkembang menjadi satu kampung,” ujar Ketua Klaster Pusbikat Agus Riyadi saat mengikuti Bazaar Klasterku Hidupku di Taman BRI pada 15 November 2024 lalu.

Ada sekitar 20 pertani alpukat di wilayahnya sendiri, Desa Baran Gembongan, Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa. Para petani tersebut terkenal mampu menghasilkan alpukat lokal unggulan yang dikenal dengan kualitasnya yang tinggi.

Buah alpukat dari daerah ini memiliki tekstur daging yang lembut, rasa yang gurih, dan kandungan gizi yang tinggi.

Pusbikat ini awalnya adalah usaha Agus sendiri pada tahun 2011. Waktu itu Agus hanya menanam 2 pohon alpukat yang digarap dan diberdayakan sendiri.

Baca Juga: Mendapatkan Pernghargaan Dari UN Women Menunjukkan BRI Peduli dengan Kesetaraan Gender & Pemberdayaan Perempuan

Pada tahun 2020 Agus mengakses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Modal tersebut ia gunakan untuk memperluas usaha dan mengembangkan penanaman alpukatnya. Agus pun belajar dari nol, mulai menyiapkan biji, bibit, penanaman, perawatan, hingga pemasaran.

Hasilnya, budidaya pohon alpukatnya bisa menghasilkan produk panen berlimpah, meskipun hasil panen tidak selalu dapat diprediksi. Harga jual rata-rata Rp30 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram.

Apabila sedang bagus hasil panen bisa berlimpah mencapai 1-2 ton per hari. Panen buah alpukat sendiri biasanya terjadi 3 kali dalam setahun.

Karena pohon alpukatnya menghasilkan, orang-orang di sekitarnya tertarik untuk menjadi petani alpukat juga.

Agus pun mengedukasi masyarakat sekitar dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat alpukat. Agus juga menyediakan informasi seputar budidaya dan perawatan tanaman alpukat.

Setelah mengikuti pemberdayaan di program Klasterku Hidupku dari BRI, Agus mengaku mendapatkan banyak manfaat. Keuntungan menurutnya tak hanya selalu dalam bentuk uang. tetapi juga promosi dan branding produk yang akan bisa menghasilkan koneksi untuk keberlanjutan usaha.

Baca Juga: Bersama BRI Peduli, Kelompok Tani Hutan (KTH) Pabangbon Selamatkan Lingkungan Hidup

”Tentunya kami mendapat banyak pengalaman, relasi dan semakin termotivasi,” ujarnya.

Ke depan, Agus akan terus mengembangkan Klaster Pusbikat dengan memperluas mitra baik dari pengusaha lokal maupun petani-petani daerah.

”Karena memang tujuan kami ingin mengangkat ekonomi masyarakat, dengan mengajari budi daya tanaman alpukat yang bisa dilakukan di depan rumah, belakang rumah, dan tidak harus skala perkebunan,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini