news

BRI Dan KUR Rp175,66 Triliun: Langkah Besar Menuju Ekonomi Kerakyatan yang Maju

Senin, 9 Desember 2024 | 12:53 WIB
BRI Salurkan KUR Senilai Rp175,66 triliun, Bukti Nyata Implementasi Asta Cita dalam Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

PejuangKantoran.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang totalnya mencapai Rp175,66 triliun hingga akhir November 2024.

Pencapaian ini menegaskan komitmen BRI dalam mendukung pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor-sektor yang berpotensi produktif seperti pertanian, perdagangan, dan perikanan.

Baca Juga: Begini Cara Mem-follow Up Untuk Menanyakan Status Kamu Setelah Lamaran Atau Wawancara Kerja

Menurutnya, melalui KUR, BRI tidak hanya memberikan modal, tetapi juga memberdayakan UMKM untuk tumbuh secara berkelanjutan dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Sektor Pertanian Jadi Andalan

Dalam penyaluran KUR, sektor pertanian menjadi yang terbesar, dengan total pembiayaan mencapai Rp69,60 triliun atau 39,62% dari total keseluruhan.

Hal ini menunjukkan bahwa BRI memberi perhatian khusus pada sektor yang tidak hanya penting untuk ketahanan pangan, tetapi juga mampu mendorong lapangan kerja dan keberlanjutan ekonomi di tingkat desa dan daerah.

BRI juga menyalurkan KUR secara merata di seluruh wilayah Indonesia, dengan fokus pada sektor-sektor produksi yang dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Keberadaan KUR diharapkan mampu mendorong para pelaku UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

Transformasi Skema KUR untuk Masa Depan UMKM

Melihat potensi pertumbuhan yang besar, BRI berencana melakukan penyesuaian skema penyaluran KUR di tahun-tahun mendatang. Supari mengusulkan dua skema berbeda yang lebih terfokus pada inklusi dan graduasi pelaku UMKM.

Baca Juga: Lowongan Kerja Sebagai Relationship Manager Upper Small di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Skema inklusivitas bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan bagi lebih banyak UMKM, sementara skema graduasi akan membantu pelaku UMKM yang sudah berkembang untuk naik kelas, mendapatkan pembiayaan lebih besar, dan bertransformasi menjadi pelaku usaha yang lebih kompetitif.

Supari menekankan pentingnya perbedaan skema ini mengingat adanya perbedaan kualifikasi antara pelaku UMKM yang baru memulai usaha dan yang sudah berkembang. Dengan adanya skema yang lebih spesifik, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih mudah berkembang dan menyesuaikan dengan kemampuan usaha mereka.

Halaman:

Tags

Terkini