Hal itulah yang mendorong anggota parlemen AS untuk mengupayakan pelarangan aplikasi tersebut.
Meski begitu, Mahkamah Agung akan segera memutuskan banding atas larangan tersebut. Sementara itu, Presiden AS terpilih, Donald Trump, juga telah mengkritik gagasan untuk melarang TikTok.
Baca Juga: Tips dan Trik Jitu untuk Meningkatkan Peluang Karier di 2025, Jangan Lewatkan
Setelah dilantik nanti, Trump bahkan bisa memperpanjang tenggat waktu untuk TikTok selama 90 hari.
Menurut survei bulan Juni dari Pew Research, sekitar sepertiga orang Amerika menggunakan TikTok. Jumlah tersebut melebihi 21% dari pengguna X.
Banyak pihak yang menawar
Selain Musk, miliarder Frank McCourt, mantan pemilik Los Angeles Dodgers, memimpin penawaran Project Liberty untuk TikTok.
Ada juga miliarder Amerika lainnya yang terlibat erat dalam drama berisiko tinggi ini, termasuk Jeff Yass, pemilik Susquehanna International Group yang memiliki 15% saham di ByteDance.
Baca Juga: 3 Pekerjaan Paling Diminati di 2025 Berdasarkan Studi
Namun, Musk bisa dibilang lebih berpeluang karena memiliki “hubungan yang kuat” dengan China. Ini karena perusahaan kendaraan listrik miliknya, Tesla, melakukan sejumlah besar bisnis di Tiongkok.
Bahkan, sekitar 23% atau $5,7 miliar dari $25,2 miliar pendapatan Tesla pada kuartal terakhirnya berasal dari China.
Jadi, siapa yang akan berhasil mengakuisisi jika TikTok dilarang di Amerika Serikat? (Elga Windasari)