Elon Musk Dikabarkan Bakal Membeli TikTok Amerika dengan Harga yang Sama dengan Twitter

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 17 Januari 2025 | 21:57 WIB
Ilustrasi: Siapa yang akan berhasil mengakuisisi jika TikTok dilarang di  Amerika Serikat? (Freepik)
Ilustrasi: Siapa yang akan berhasil mengakuisisi jika TikTok dilarang di Amerika Serikat? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Setelah mengakuisisi Twitter, yang diubah namanya menjadi X, Elon Musk kemungkinan besar akan membeli media sosial TikTok.

Menurut seorang analis terkenal, Musk sedang menawarkan harga yang sama dengan yang dibayarkannya saat membeli Twitter. Hal itu dilakukannya jika kesepakatan untuk membeli TikTok di Amerika Serikat (AS) terwujud.

China dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan Musk membeli aplikasi mereka tersebut untuk mencegah TikTok dilarang di Amerika Serikat.

Baca Juga: 2 Langkah untuk Mulai Menabung Dana Darurat, Mulai Saja Sedikit-sedikit tetapi Konsisten

Masih sekadar rumor?

Perusahaan induk TikTok, ByteDance, disebut sedang mencari dana sebesar $40 – $50 miliar untuk operasional aplikasi populer tersebut di AS.

Analis “Wedbush”, Dan Ives, mengungkapkan bahwa Musk sudah menawar sekitar $44 miliar. Angka tersebut sama seperti yang dibayarkannya untuk membeli Twitter pada Oktober 2022.

Jumlah tersebut juga jauh di atas tawaran yang diajukan oleh konsorsium yang dipimpin oleh AS, Project Liberty, yaitu sekitar $20 miliar.

Jika terjadi, akuisisi TikTok di AS ini akan menjadi “pengambilan aset emas” bagi Musk dan perusahaan media sosialnya, X.

Namun, juru bicara TikTok menepis rumor yang menyebut penjualan media sosial tersebut kepada Musk. Bahkan, ia menyebutnya sebagai cerita “fiksi murni”.

Baca Juga: Daftar Sudah Dirilis, Ini Negara dengan Paspor Terkuat di Dunia 2025

Musk sendiri belum mengomentari laporan tersebut dan tidak juga menyebutkan apakah dirinya telah menyatakan ketertarikannya terhadap akuisisi tersebut.

Alasan TikTok dilarang di AS

Berita mengenai TikTok dilarang di Amerika Serikat memang masih terus menjadi pembicaraan, ditambah lagi kabarnya ByteDance mendivestasikan operasinya di negara tersebut.

Salah satu alasannya adalah karena kepemilikan TikTok berbasis di China. Ini membuat pemerintah AS khawatir mengenai upaya pemerintah China untuk memaksa menyerahkan data pengguna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X