news

Data Apa Saja yang Dikumpulkan DeepSeek dari Para Pengguna? Simak Temuan Ahli Keamanan Siber!

Sabtu, 15 Februari 2025 | 12:47 WIB
Para ahli keamanan siber menyebut bahwa DeepSeek memungkinkan data pengguna dikirim langsung ke pemerintah China. (Unsplash/Soleh Feyissa)

PejuangKantoran.com - DeepSeek, aplikasi AI China yang sedang menarik perhatian dunia, ternyata menimbulkan kekhawatiran dalam penggunaannya.

Para ahli keamanan siber menyebut bahwa DeepSeek mungkin memiliki celah keamanan yang memungkinkan data pengguna dikirim langsung ke pemerintah China.

Menurut laporan ABC News, DeepSeek memiliki kode tersembunyi yang berpotensi mengirimkan data pengguna ke server di China.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Efisiensi Anggaran Tidak Pengaruhi Honorer, UKT, dan Beasiswa KIP

Hal ini mirip dengan kasus ByteDance, perusahaan China di balik TikTok, yang menurut hukum di China wajib membagikan data pengguna dengan pemerintah.

"Kami melihat ada koneksi langsung ke server dan perusahaan di China yang berada di bawah kendali pemerintah China. Ini sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya," ujar Ivan Tsarynny, CEO Feroot Security, perusahaan keamanan siber di Kanada.

Artinya, saat pengguna mendaftar atau masuk ke DeepSeek, mereka mungkin tanpa sadar membuat akun di China. Data seperti identitas, riwayat obrolan dan kueri penelusuran, pola penekanan tombol, alamat IP, dan aktivitas online mereka bisa diakses oleh sistem negara tersebut.

Tsarynny menemukan bahwa DeepSeek menciptakan "sidik jari" digital untuk setiap pengguna unik, yang kemudian digunakan untuk melacak aktivitas pengguna tidak hanya saat mereka menggunakan situs web DeepSeek, tetapi semua aktivitas web di masa mendatang.

Para ahli mengatakan tidak mungkin mengetahui data apa yang berpotensi dikirim DeepSeek ke China Mobile. Namun aturan layanan DeepSeek menyebutkan bahwa mereka beroperasi di bawah hukum China, yang berarti data bisa dibagikan dengan pemerintah setempat.

Bukti yang ditemukan

Baca Juga: Kemendikbudristek Tekankan Pentingnya Literasi Data bagi Generasi Muda

Tsarynny dan timnya menganalisis kode DeepSeek dan menemukan bahwa platform ini bisa mengirim data pengguna ke CMPassport.com, sebuah situs milik China Mobile, perusahaan telekomunikasi yang dikelola pemerintah China.

China Mobile sendiri sudah lama dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS sehingga mendapat peringatan sebagai berikut:

• Dilarang beroperasi di AS sejak 2019 oleh FCC (Komisi Komunikasi Federal AS).
• Dihapus dari Bursa Saham New York pada 2021.
• Dimasukkan dalam daftar ancaman keamanan nasional oleh FCC pada 2022.

John Cohen, mantan pejabat intelijen di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, melontarkan pendapatnya mengenai tudingan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini