Pejuangkantoran.com – Indonesia sebagai negara kepulauan ternyata menyandang status sebagai surga terumbu karang yang paling kaya seantero dunia.
Ekosistem terumbu karang di Indonesia adalah 16% dari seluruh ekosistem terumbu karang dunia. Selain itu, Indonesia juga tercatat sebagai bagian dari Coral Triangle karena keragaman dari spesies terumbu karangnya. Tercatat sebanyak 574 spesies terumbu karang yang ada di Indonesia.
Terumbu karang merupakan salah satu potensi sumber kemaritiman Indonesia atau sumber daya laut Indonesia. Luas laut Indonesia diketahui mencapai 5,8 juta kilometer persegi.
Jumlah tersebut mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia. Terumbu karang atau batuan sedimen kapur di laut secara fisik terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral. Saat ribuan koral membentuk koloni, maka akan tercipta sebuah karang.
Ekosistem di laut yang terbentuk oleh biota laut penghasil kapur khususnya jenis karang batu dan alga berkapur, bersama dengan biota lain yang hidup di dasar lautan disebut terumbu karang.
Terumbu karang adalah ekosistem laut yang menjadi pelindung pantai dan kehidupan ekosistem perairan dangkal dari abrasi laut.
Terumbu karang secara ekologis dapat diartikan sebagai tempat organisme hewan maupun tumbuhan mencari makan dan berlindung. Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi negara yang memiliki terumbu karang terluas di dunia.
Baca Juga: Berkat Fondasi Kinerja BRI yang Resilient, Nasabah Raih Layanan Perbankan yang Optimal
Peduli Terumbu Karang di Pulau Maratua
Bagi masyarakat di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, yang memiliki mata pencaharian utama sebagai nelayan, ekosistem terumbu karang yang lestari memberikan dampak positif bagi warganya.
Ini karena terumbu karang adalah tempat tinggal, perlindungan, dan tempat berkembang biak bagi berbagai biota laut.
Menariknya, ekosistem terumbu karang di laut Maratua ini bukanlah eksositem alami. Terumbu karang yang tumbuh di tempat ini adalah hasil dari peran tangan-tangan para pelestari lingkungan yang rajin melakukan transplantasi terumbu karang.
Salah satu pahlawan terumbu karang ini adalah adalah Kelompok Maratua Peduli Lingkungan (MPL) melalui bersama Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI).
MPL bersama YEHKALI ini berkolaborasi dengan dan BRI melalui program BRI Peduli dalam peogram BRI Menanam – Grow & Green Tranplantasi Terumbu Karang pada 2023. Sejak saat itulah, masyarakat di Pulau Maratua secara bertahap merasakan manfaat dari upaya transplantasi terumbu karang di wilayah tersebut.