news

Jangan Paksakan Mobil yang Seharusnya Mengonsumsi Bensin RON 92 Diganti Menggunakan RON 90. Ini Akibatnya!

Rabu, 26 Februari 2025 | 13:29 WIB
Ilustrasi: Jangan memaksakan mobil yang harusnya memakai RON 92 diganti dengan RON 90. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Ramai-ramai soal bensin RON 90 dan RO 92 yang beredar di sosial media maupun media online, memang menarik perhatian publik. Kalau di stasiun pompa bensin Pertamina, RON 90 itu Pertalite dan RON 92 itu Pertamax.

Kasus ini menarik perhatian publik karena pemakaian bahan bakar minya terbesar adalah sektor tranportasi yang mengonsumsi 248 juta barel minyak impor atau 49 persen dari keseluruhan konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia.

Sektor transportasi ini akan berdampak ke banyak sektor baik rumah tangga maupun industrI. Tidak heran bila kemudian isu di sektor BBM ini menjadi begitu kuat.

Terlepas dari kasusnya, kamu juga harus tahu apa itu nilai atau angka oktan pada bensin. Nilai oktan, atau angka oktan, atau sering disebut dengan Reasearch Octane Number (RON) adalah ukuran standar kemampuan bahan bakar untuk menahan kompresi dalam mesin pembakaran internal tanpa menyebabkan ketukan mesin.

Semakin tinggi angka oktan, semakin banyak kompresi yang dapat ditahan bahan bakar sebelum meledak. Ini artinya pembakaran yang terjadi lebih efisien. Pembakaran yang efisien menyebabkan knocking mesin yang lebih kecil.

Nilai oktan tidak berhubungan langsung dengan daya keluaran atau kandungan energi bahan bakar per satuan massa atau volume, tetapi hanya menunjukkan ketahanan terhadap ledakan di bawah tekanan tanpa percikan.

 Baca Juga: Daripada Bingung Membuangnya, Tukarkan Minyak Jelantah dengan Uang di SPBU Pertamina, Begini Caranya!

Mesin Canggih Butuh RON Tinggi

Secara umum, bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi digunakan dalam mesin bensin dengan rasio kompresi yang lebih tinggi, yang dapat menghasilkan daya yang lebih tinggi untuk mesin ini.

Mobil-mobil dengan rasio kompresi yang tinggi dan harus memakai RON tinggi (minimal RON 92), misalnya Mazda CX-5, Toyota Camry atau mobil-mobil lain yang mempunyai rasio kompresi di atas 10:1.

Mobil-mobil dengan rasio kompresi tinggi adalah mobil dengan mesin yang mampu memapatkan bahan bakar dan udara sebelum dibakar di ruang bakar mesin. Makin tnggi rasionya, maka makin besar tenaganya dan makin butuh bensin dengan RON tinggi supaya tidak terjadi knocking di mesin.

Selain itu mobil yang membutuhkan RON tinggi adalah mobil-mobil baru dengan fitur canggih, seperti direct injection atau variable valve timing (VVT).

Teknologi-teknologi ini bikin mesin lebih efisien, bertenaga, dan ramah lingkungan. Konsekuensinya, mereka juga butuh bahan bakar oktan tinggi biar bisa bekerja maksimal. Mobil-mobil seperti ini ini sebaiknya pakai minimal RON 92.

Selain mobil-mobil di atas, mobil-mobil hybrid dan mobil premium dan mobil sport juga sebaiknya menggunakan bahan bakar dengan RON tinggi. Berikut ini akibat jika tidak menggunakan bahan bakar yang RON-nya sesuai dengan mesin mobil, menurut doktermobil.co.id:

Halaman:

Tags

Terkini