Jangan Paksakan Mobil yang Seharusnya Mengonsumsi Bensin RON 92 Diganti Menggunakan RON 90. Ini Akibatnya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 26 Februari 2025 | 13:29 WIB
Ilustrasi: Jangan memaksakan mobil yang harusnya memakai RON 92 diganti dengan RON 90. (Freepik)
Ilustrasi: Jangan memaksakan mobil yang harusnya memakai RON 92 diganti dengan RON 90. (Freepik)
  1. Mesin Ngelitik atau Knocking

Ini yang paling sering terjadi ketika memaksa mobil yang seharunya memakai minimal RON 92 tapi diganti dengan RON 90. Suara mesin menjadi kasar dan muncul suara knocking (ketukan).

Hal ini jika dibiarkan berpotensi merusak mesin mobil secara serius. Ujung-ujungnya, membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Baca Juga: Harga BBM Turun Bukan Berarti Bisa Boros. Berikut Tips Menghemat BBM.

  1. Performa Menurun

Performa mobil yang harusnya pakai minimal RON 92 namun dijejali RON 90, menjadi turun. Mobil terasa tidak responsif dan akselerasinya lambat. Karena terasa tidak reponsif dan akselerasi lambat, membuat kita semakin menekan gas lebih dalam.

Tindakan ini menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih besar sehingga boros bahan bakar,

  1. Emisi Gas Buang Meningkat

Saat mobil yang harus pakai RON 92 namun dipaksa memakai RON 90, maka emisi gas buang mobil justru akan meningkat. Artinya mobil kamu jadi lebih polutif serta tidak ramah lingkungan.

Nah, jika mobil kamu adalah mobil yang seperti disebut di atas, jangan memaksa mnggunakan bahan bakar dengan RON rendah ya!

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Wikipedia, Tempo.co, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X