Ini menciptakan lingkungan yang menyesakkan dan membunuh kreativitas karena karyawan akan merasa seperti mereka hanya mengikuti perintah, bukan ikut berkontribusi.
Atasan yang baik membiarkan karyawannya melakukan pekerjaannya secara efektif, dengan caranya sendiri, tanpa terus-menerus ikut campur.
Baca Juga: Jangan Gampang Terbuai Calo, Ini Tips Apply Visa Sendiri Biar Nggak Pusing Saat Mau Liburan
- Menimbun informasi
Pernah bekerja dengan manajer yang membuat kamu jadi tak tahu apa-apa? Ini karena dia menyembunyikan detail, tidak membagikan keputusan penting, dan merasa karyawan tak perlu tahu apa-apa.
Tak hanya menjadi pemimpin yang buruk, manajer seperti ini juga membuat kepercayaan dalam tempat kerja menghilang.
Patrick Lencioni, penulis “The Five Dysfunctions of a Team”, mengatakan bahwa kepercayaan adalah fondasi dari setiap tim hebat, yang tak akan terjadi tanpa transparansi.
Jadi, seorang pemimpin hebat akan berbagi informasi secara terbuka, melibatkan tim dalam keputusan, dan membangun budaya kepercayaan. Hasilnya adalah karyawan akan:
- Bekerja lebih keras
- Lebih menghormati kepemimpinan
- Merasa diberdayakan untuk berinovasi
- Menyelesaikan masalah lebih cepat
Apa yang harus dilakukan?
Jadi, jika atasan ingin mempertahankan orang-orang dengan talenta terbaik, pertama-tama, perlakukan mereka seperti manusia. Terhubung dengan mereka, dukung mereka, dan beri mereka apa yang dibutuhkan untuk berkembang.
Ketika seorang pemimpin berinvestasi dalam tim, melayani kebutuhan mereka, dan menghilangkan rintangan, orang tersebut akan menjadi pemimpin yang ingin dipekerjakan semua perusahaan. (Elga Windasari)