news

Akibat IHSG Trading Halt 30 Menit, Marina Budiman Kehilangan Setengah Kekayaannya dalam Waktu 3 Hari

Kamis, 20 Maret 2025 | 18:05 WIB
Ilustrasi: Indonesia mengalami kejatuhan pasar terburuk dalam satu dekade terakhir, pada Selasa (18/3/2025). (Freepik)

Sebelumnya, pada 18 Maret 2025 DCII mengalami penurunan harga saham yang signifikan sebesar 20%, yang membuat harga saham DCII ditutup di Rp115.800 per saham. Kejadian tersebut terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Padahal, harga saham DCII sudah turun saat dibuka di hari tersebut, pada posisi Rp 126.000 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 144.750 per saham.

Total frekuensi perdagangan adalah 163 kali dengan volume perdagangan 227 saham dan nilai transaksi harian saham Rp2,7 miliar.

Menarik para investor perusahaan teknologi

DCII yang bergerak di bisnis pusat data kemungkinan besar menarik para investor yang melihat potensi meningkatnya investasi asing dari perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Oracle Corp.

Baca Juga: Cara untuk Mulai Berinvestasi untuk Investor Pemula, Segera Mulai Agar Uang Makin Cepat Bertumbuh!

Perusahaan tersebut kabarnya sedang berdiskusi dengan pemerintah Indonesia untuk membangun pusat-pusat layanan cloud di tanah air.

Marina, bersama dengan pemegang saham DCII lainnya, Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia, memiliki kekayaan bersih gabungan sebesar $17 miliar sebelum kejatuhan saham milik mereka.

Saham DCII diperdagangkan pada 416 kali lipat dari labanya, dengan valuasi tertinggi di antara perusahaan-perusahaan sejenis di industri ini.

Marina mendirikan DCII lebih dari satu dekade yang lalu bersama Toto dan Hanafia. Lalu, bersama Anthoni Salim, ketiganya memegang 78% saham perusahaan. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini