Hasil penelitian ini sejalan dengan studi sebelumnya. Pada 2023, penelitian dari MIT Media Lab mengungkap bahwa chatbot memiliki kecenderungan untuk mencerminkan emosi penggunanya.
Jika pengguna menyampaikan pesan dengan nuansa positif, chatbot akan merespons dengan cara yang sama.
Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Idulfitri 2025 dalam Bahasa Inggris untuk Bos yang Sopan dan Bermakna
Beberapa ahli menyatakan bahwa manusia secara alami menganggap chatbot sebagai entitas sosial yang berperilaku seperti manusia sehingga interaksi dengan AI bisa menjadi hal yang kompleks.
Beberapa pihak khawatir bahwa teknologi ini bisa memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan media sosial, terutama karena AI semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Diperlukan penelitian lebih lanjut
Di sisi lain, ada juga potensi positif dari penggunaan chatbot, terutama dalam memberikan dukungan emosional bagi mereka yang merasa terisolasi.
Baca Juga: Bagaimana Cara Lapor SPT 2024? Berikut Langkah-Langkah Mudahnya
Namun, diperlukan strategi yang bijak dalam mengintegrasikan teknologi ini agar tidak menggantikan interaksi sosial yang nyata.
Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami apakah ketergantungan emosional pada chatbot muncul akibat karakteristik teknologi itu sendiri, atau karena kebutuhan sosial yang tidak terpenuhi dalam kehidupan nyata. (Elga Windasari)