Pejuangkantoran.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru pada, Rabu (2/4/2025) lalu yang membuat banyak negara terbelalak.
Dalam pidatonya, Trump menyebut langkah kebijakan tarif impor baru tersebut sebagai bagian dari liberation day, untuk membebaskan ekonomi Amerika Serikat dari ketergantungan impor.
"Ini adalah bentuk kemerdekaan ekonomi kita. Pabrik-pabrik dan lapangan kerja akan kembali muncul di Amerika, dan hal itu sudah mulai terlihat," kata Trump dalam pidatonya.
Kebijakan tarif Trump adalah persentase pajak yang dikenakan terhadap nilai suatu barang yang diimpor dari negara lain. Katakanlah, tarif sebesar 25 persen diberlakukan untuk produk impor seharga AS$ 10, ini membuat harga produk itu dikenai biaya tambahan AS$ 2,5.
Dengan demikian, produk yang diimpor dari luar Amerika Serikat otomatis harganya menjadi tidak kompetitif daripada produk yang dibuat di dalam Amerika sendiri.
Trump menerapkan kombinasi tarif universal setidaknya 10 persen untuk hampir semua barang yang masuk ke Amerika Serikat. Tak hanya itu, tarif timbal balik yang lebih tinggi lagi juga diterapkan bagi puluhan negara yang memiliki defisit perdagangan tertinggi dengan Amerika Serikat.
AS mengenakan tarif timbal balik terhadap produk asal Cina sebesar 34 persen. Tentu saja ini membuat pemerintah China berang dan membalasnya dengan juga menerapkan tarif 34 persen atas produk-produk impor asal Amerika Serikat (AS), seperti yang dikutip Antara dari laman Komite Tarif Dewan Negara China pada Sabtu, 5 April 2025.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Pemerintahan Donald Trump?
Merchandise Trump Made In China
Sementara perang tarif bea masuk produk dan barang impor sedang memanas antara Amerika Serikar dan China, akun Tik Tok @whatsinside pernah melakukan investigasi ringan terkait produk China ini.
Akun ini pada 20 Januari 2025 mengunjungi The Trump Store di dalam area Trump Hotel. Di awal videonya, akun ini mengajukan pertanyaan sebagai berikut:
“Seberapa banyak produk buatan Amerika yang ada di dalam toko ini (The Trump Store)?”
Lalu akun ini memeriksa satu per satu produk merchandise Trump yang dijual di toko tersebut. Dimulai dengan topi dengan tulisan Make America Great Again. Topi berwarna merah merk Cali-Fame Headwear ini berlabel Made In America.
Lalu ia pindah ke deretan t-shirt yang ada stiker USA. T-shirt ini juga buatan Amerika. Namun saat sampai ke deretan bomber jacket berwarna hijau, ternyata di labelnya tertulis Made In China.