Pejuangkantoran.com – Salah satu kain tradisional Indonesia yang dalam proses pembuatannya butuh keterampilan dan kesabaran tinggi adalah kain songket.
Prosesnya pembuatannya sangat rinci, mulai dari pemilihan bahan baku sampai penyusunan pola hias. Kain songket mulai dikenal dan dibuat sekitar abad ke-16 dan ke-17 di Kerajaan Pagaruyung.
Menggunakan kain songket sangatlah bergengsi. Ini tak lepas dari pembuatannya yang rumit dan salah satunya memakai benang emas, benang sutra, atau perak.
Saat ini, kain songket tak hanya dikenakan oleh raja, keluarga raja, dan para elit kerajaan. Kain ini sudah menjadi milik masyarakat dan lekat dengan adat masyarakat, khususnya di Sumatra Barat atau Minangkabau.
Pertahankan Tradisi dan Berekspansi
Keindahan kain songket, salah satu warisan budaya Indonesia, terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi penerus.
Salah satunya adalah Unici Songket Silungkang, usaha tenun asal Sumatera Barat yang sukses menembus pasar nasional hingga ekspansi ke pasar internasional.
Melalui ketekunan dan inovasi, Unici Songket tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para perajin lokal.
Baca Juga: Warung Bu Sum di Pasar Beringharjo yang Terjaga Kualitasnya, Berkembang berkat Pendanaan BRI
Di Silungkang, Sumatera Barat, para perajin masih mempertahankan metode tradisional dalam setiap helai kain yang mereka produksi.
Dari keahlian turun-temurun inilah lahir Unici Songket Silungkang, sebuah brand yang didirikan oleh Fitri pada 2019.
Berawal dari pemasaran sederhana di media sosial, kini Unici Songket berkembang pesat berkat strategi digital dan inovasi bisnis yang diterapkan.
Ada respon positif dari pasar saat pertama kali Fitri memasarkan produk secara online. Dan hal ini mendorongnya untuk lebih serius mengembangkan Unici Songket dengan merekrut perajin dan membuka toko fisik di Sawahlunto, Sumatera Barat.