news

Pemakaman Paus Fransiskus dan Tradisi Penghancuran Cincin yang Sarat Makna

Sabtu, 26 April 2025 | 15:15 WIB
Sebanyak 50 Kepala Negara dipastikan hadir pemakaman Paus Fransiskus di Basilika Santa Maria Maggiore, pinggiran Vatikan perbatasan Roma, Sabtu, 26 April 2025. Paus Fransiskus tutup usia 80 tahun, Senin, 21 April 2025. (vaticannews.va)

PejuangKantoran.com - Pemakaman Paus Fransiskus menjadi momen bersejarah yang menggugah perhatian dunia, tidak hanya karena wafatnya seorang pemimpin spiritual global, tetapi juga karena berbagai ritual simbolis yang menyertainya.

Salah satu yang paling mencolok adalah penghancuran Fisherman’s Ring, atau cincin Paus Fransiskus, yang dilakukan dengan palu oleh pejabat tinggi Vatikan.

Kenapa Cincin Paus Fransiskus Harus Dihancurkan

Cincin Kepausan merupakan lambang otoritas Paus sebagai penerus Santo Petrus. Cincin ini digunakan selama masa kepemimpinan untuk menyegel dokumen resmi dan menjadi tanda pengesahan dari Takhta Suci. Oleh karena itu, ketika seorang Paus wafat, cincin Paus Fransiskus harus dihancurkan agar tidak disalahgunakan.

Penghancuran dilakukan secara simbolis menggunakan palu oleh camerlengo, dalam hal ini Kardinal Kevin Joseph Farrell. Proses ini merupakan bagian dari rangkaian ritual pemakaman Paus Fransiskus yang dilangsungkan secara khidmat dan tertutup di dalam Kapel Santa Marta, tempat beliau menghabiskan banyak waktu dalam doa selama hidupnya.

Baca Juga: 7 Makanan yang Ternyata Lebih Sehat dari yang Kamu Kira

Simbol Kesederhanaan dan Spiritualitas

Berbeda dari cincin Paus sebelumnya yang berbahan emas, cincin Paus Fransiskus terbuat dari perak, menggambarkan karakter beliau yang sederhana dan dekat dengan umat. Cincin itu kini telah menjadi simbol warisan rohani yang mendalam—kesederhanaan, pelayanan, dan kesetiaan.

Bersamaan dengan penghancuran cincin, tubuh Paus juga dipersiapkan untuk pemakaman dengan mengenakan jubah merah dan rosario kesayangannya. Prosesi ini merupakan bagian dari tradisi turun-temurun dalam pemakaman Paus Fransiskus, termasuk penyematan dokumen kepausan dan kantong berisi koin kepausan di dalam peti kayu berlapis seng.

Baca Juga: Minta Bantuan AI Menulis Profil LinkedIn yang Menarik Boleh Saja, Tapi Pastikan Kamu Melakukan Hal Ini!

Dengan dihancurkannya cincin Paus Fransiskus, Gereja secara resmi mengakhiri masa jabatan sang Paus dan memasuki masa sede vacante, periode sebelum Paus baru terpilih melalui konklaf. Simbol yang telah dihormati dan dicium oleh jutaan umat kini dikembalikan kepada tanah, mengingatkan kita bahwa jabatan Paus adalah panggilan, bukan posisi kekuasaan.

Rangkaian pemakaman Paus Fransiskus ini menjadi penegasan akan nilai-nilai kerendahan hati dan dedikasi yang beliau junjung tinggi. Warisan spiritualnya tidak hanya hidup dalam dokumen dan ajaran, tetapi juga dalam setiap detail perpisahan yang sederhana namun penuh makna ini.

Tags

Terkini