PejuangKantoran.com - Wisatawan yang berkunjung ke Bali ternyata sangat menyukai produk-produk perawatan tubuh berbahan alami khas Pulau Dewata.
Tingginya permintaan tersebut, ditambah kecintaan terhadap alam Bali, mendorong Ni Putu Ayu Karina Dewi merintis bisnis produk perawatan tubuh berbahan alami asal Bali.
Lahirlah lini body care dengan merek Bali Nature.
“Kami melihat banyak wisatawan mencari produk perawatan tubuh berbahan alami khas Bali. Dari sana, kami mulai dengan dua produk utama, yaitu minyak pijat (massage oil) dan garam mandi (bath salt),” ujar Karina, sapaan akrabnya.
Berawal dari produksi skala kecil dengan metode tradisional, omzet Bali Nature kini mencapai ratusan juta per bulan. Produknya pun sudah tersebar di berbagai pusat oleh-oleh dan supermarket di Bali.
Karina mengatakan, keberhasilan Bali Nature tak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama peran perbankan dalam membantu bisnisnya berkembang.
Dia bersyukur keluarganya sudah lama punya hubungan bisnis dengan BRI, tepatnya sejak orang tuanya menjalankan usaha kelontong. BRI pula yang memberikan bantuan pendanaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar Karina dapat menjalankan usahanya.
Dirinya merasa terbantu dalam mengembangkan Bali Nature, dari membangun pabrik yang memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga meningkatkan kapasitas produksi dan bersaing dengan produk global.
Selain bantuan finansial, BRI juga memfasilitasi usaha Karina dalam berbagai pameran nasional, yang pada akhirnya membuka peluang lebih besar untuk ekspansi bisnis.
Baca Juga: Dubai Jadi Destinasi Autisme Bersertifikat Pertama di Kawasan Timur
Namun ia mengakui, perjalanan usaha Bali Nature tidak selamanya mudah. Tahun 2022, Bali Nature berhasil mengekspor 300 unit produk body butter ke Dubai, serta mengirimkan produk dalam jumlah kecil ke Hong Kong dan Australia.
Regulasi yang ketat di setiap negara hingga faktor logistik menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kualitas produk selama pengiriman.
“Saat pertama kali ekspor ke Dubai, kami baru tahu bahwa ada banyak sertifikasi yang harus dipenuhi. Prosesnya panjang karena kami harus mencari tahu sendiri dokumen apa saja yang dibutuhkan,” jelasnya.
Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional