Pejuangkantoran.com – Asta Cita, atau Delapan Cita-cita, adalah tujuan utama yang ingin dicapai oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rabuming Raka dalam menjalankan tugasnya.
Asta Cita mencerminkan prinsip-prinsip dasar dan komitmen yang harus dijalankan oleh pemimpin Indonesia, dengan tujuan mencapai Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memegang komitmen dalam mendukung Asta Cita ini. Salah satunya adalah melalui Holding Ultra Mikro (UMi) yang dikelola bersama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.
Holding Ultra Mikro (UMi) berkomitmen memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro di seluruh penjuru Indonesia.
Baca Juga: Usai Hadir di BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Kini Gula Aren Merek Tangkal Kawung Bidik Pasar Korea
Komitmen ini selaras dengan Asta Cita ketiga dan keenam.
Asta Cita ketiga menyebutkan: “Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.”
Sedangkan Asta Cita keenam, menyebutkan: “Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.”
Holding Ultra Mikro (UMi) berkomitmen memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro di seluruh penjuru Indonesia.
Melalui sinergi ketiga entitas dalam ekosistem Ultra Mikro, hingga akhir Maret 2025, jumlah nasabah pinjaman mencapai 35,4 juta dengan total penyaluran kredit mencapai Rp631,4 triliun. Pada periode yang sama, jumlah nasabah simpanan tercatat lebih dari 182 juta.
Baca Juga: Produk Minuman Herbal Kamandalu Ashitaba Menjadi UMKM Binaan BRI yang Sukses Meraih Pasar Global
Program Pendampingan dan Platform Digital
Menurut Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi, Holding Ultra Mikro tidak hanya memberikan akses permodalan.
”(Holding Ultra Mikro) juga mendampingi para pelaku usaha mikro melalui edukasi literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan program pemberdayaan yang berkelanjutan agar mereka dapat naik kelas dan memperkuat daya saing usahanya,” papar Hendy.