Pejuangkantoran.com — Daun kelor adalah daun dari pohon kelor (Moringa oleifera), tanaman yang berasal dari daerah tropis dan subtropis, termasuk Asia Selatan dan Afrika. Di Indonesia, kelor dikenal luas sebagai tanaman herbal yang kaya manfaat.
Daun berwarna hijau cerah saat masih segar dan berukuran kecil serta berbentuk bulat lonjong ini punya banyak manfaat untuk kesehatan. Daun yang juga kerap disebut sebagai superfood ini kandungan nutrisinya tinggi.
Beberapa nutrisi yang terkandung dalam daun kelor adalah vitamin C, beta-karoten, vitamin A, zat besi, kalsium,magnesium, anti-inflamasi, dan sebagainya. Dengan padatnya nutrisi dalam daun kelor, ia mampu menjaga kesehatan otak dan jantung, menurukan kadar gula darah dan kolesterol, sumber protein nabati yang baik, dan sebagainya.
Selain bisa dikonsumsi dalam bentuk daun segar, sudah banyak yang menjadikannya daun kering dan diajdikan bubuk. Bisa diminum dengan diseduh atau didalam kapsul herbal.
Baca Juga: Sukses Lini Body Care 'Bali Nature' Menembus Pasar Internasional berkat Bantuan KUR BRI
Melihat Potensi Daun Kelor
Siti Fatimah, seorang pengusaha wanita sekaligus ibu rumah tangga asal Desa Hargobinangun, Sleman, melihat potensi daun kelor ini.
Siti bercerita, berawal dari lomba masak olahan lokal yang diadakan Dinas Pertanian Sleman pada 2018. Saat itu, ia mulai tertarik untuk mengeksplorasi potensi daun kelor yang selama ini kurang dimanfaatkan warga sekitar.
Namun, prosesnya tidak instan, di mana butuh waktu delapan bulan baginya untuk menemukan takaran dan resep yang pas hingga lahirlah produk perdana yakni minuman cincau yang diminati pasar.
Usaha kuliner lokal dinamakan Pawon Teges. Namun ketika usahanya mulai tumbuh, pandemi Covid-19 menghantam. Dengan 1.000 batang kelor sudah ditanam dan salah satu tenant di food court telah disewa, Siti harus putar otak saat semuanya mendadak berhenti total karena pembatasan kegiatan.
Dari keterbatasan itu, ia justru menemukan peluang.
“Saya pun mencari siasat, di mana daun kelor yang makin banyak itu saya keringkan, lalu saya bikin tepung dan teh kelor yang punya daya tahan lama, diikuti dengan produk bakso kelor dan tahu bakso kelor untuk konsumsi harian yang dititipkan ke lapak-lapak di pasar,” ujarnya.
Usaha dengan berbagai produk berbasis kelor perlahan mulai mendapat tempat di hati konsumen lokal dan mulai dikenal di luar daerah.
Kini, produk Pawon Teges sendiri telah merambah pasar di Jakarta, Tangerang, Malang, Bondowoso, Sulawesi, hingga Papua. Bahkan, tepung dan teh kelor menjadi produk andalan bagi konsumen penderita darah tinggi dan kolesterol lantaran manfaat kesehatannya.