Pejuangkantoran.com – Desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional Indonesia, terutama dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Pembangunan desa yang berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi disparitas antar daerah, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nasional.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI paham benar peran strategis desa ini. Dalam upaya terus memperkuat peran strategis BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekosistem desa, BRI mempunyai program pemberdayaan Desa BRILiaN.
Program Desa BRILiaN dikembangkan untuk membangun desa yang tangguh, produktif, dan berdaya saing melalui penguatan pada empat aspek utama.
Pertama, BUMDesa sebagai motor penggerak ekonomi desa. Kedua, Digitalisasi dalam bentuk penerapan produk dan aktivitas keuangan berbasis teknologi.
Ketiga, Sustainability, yakni mendorong desa agar mampu membangun secara berkelanjutan. Dan keempat, Innovation, yang menumbuhkan budaya kreatif dalam menciptakan solusi berbasis potensi lokal.
Salah satu desa binaan yang menunjukkan capaian positif dari implementasi program ini adalah Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah satu dari 40 besar Desa BRILiaN tahun 2023 ini memiliki posisi geografis yang strategis. Dengan luas sekitar 14.300 m², desa ini berada di lereng Gunung Merapi dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah di sisi utara.
Desa ini menjadi penghubung antara kawasan wisata alam dan sentra UMKM masyarakat. Salah satu UMKM-nya adalah Slondok Renteng Pak Mul.
Slondok Renteng Pak Mul
Slondok Renteng Pak Mul menjadi bagian dari ekosistem Desa BRILiaN. UMKM milik Purwanto tersebut menunjukkan perkembangan sebagai produsen camilan tradisional dengan produk andalan berupa slondok yang berbahan dasar singkong.
Slondok renteng kini menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Kalurahan Hargobinangun. Tak hanya slondok, UMKM ini juga memproduksi keripik enthik, sejenis camilan khas lainnya.