Sebelum menduduki jabatannya saat ini pada November 2024, Tracey memimpin departemen HR di perusahaan tersebut. Ia mengikuti beberapa pelatihan IT untuk jabatan barunya, tetapi ia dibantu dua manajer IT.
"Saya rasa pemimpin fungsi ini tidak harus ahli di satu bidang atau yang lain, tetapi yang harus mereka lakukan adalah menetapkan arah, memberikan visi, melakukan alokasi modal, menghilangkan hambatan, membangun budaya, dan melakukan keterlibatan karyawan," ujarnya.
Baca Juga: Jejak Digital Sulit Dihapus! Fitur Baru ChatGPT Bikin Ribuan Percakapan Pribadi Bocor di Google
Meskipun struktur kepemimpinan di Moderna sudah berubah, orang-orang di tim HR dan IT tetap melakukan pekerjaan yang menjadi keahlian mereka. "Saya belum mengubah seorang HR menjadi seorang IT, atau sebaliknya," kilahnya.
Lebih cepat mengembangkan solusi
Fenomena serupa terjadi di Covisian, penyedia perangkat lunak dan layanan pelanggan. Sebagian besar dari 27.000 karyawan perusahaan bekerja di call center untuk menjawab panggilan pelanggan untuk klien Covisian.
Perusahaan yang berbasis di Milan, Italia, ini lalu menggabungkan tim IT dan HR pada April 2023 di bawah kepemimpinan Fabio Sattolo, Chief People and Technology Officer. Sebelum itu, jabatannya adalah Chief Technology Officer.
"Di satu sisi, kita mengembangkan HR, sedangkan di sisi lain juga mengembangkan IT. Kalau kita satukan keduanya, kita bisa punya visi yang sama tentang bagaimana teknologi berdampak pada orang, dan bagaimana orang beradaptasi untuk memanfaatkan teknologi,” papar Fabio.
Salah satu contohnya adalah di call center, di mana AI akan semakin banyak digunakan. Karyawan akan tetap menjawab panggilan dan menyelesaikan masalah pelanggan, tapi proses perbaikan akan didelegasikan ke AI.
"Kami mengembangkan AI dengan mempertimbangkan bahwa agen manusia akan menggunakannya," ujarnya. "Tetapi kita juga perlu menyiapkan agen manusia agar mereka paham cara memanfaatkan teknologi ini."
Baca Juga: Cuti Bersama 18 Agustus 2025 Resmi Ditetapkan, Saatnya Rencanakan Long Weekend!
Selama ini departemen HR dan IT mungkin saja pernah berselisih pendapat tentang apa yang diinginkan HR, dan apa yang menurut IT bisa mereka berikan.
Sekarang, hanya ada satu pengambil keputusan yang bertanggung jawab. Hasilnya, mereka jadi lebih cepat mengembangkan solusi.
Kalau ada kendala teknis, Fabio biasanya mengadaptasi proses HR sebagai solusi.
Salah satu keberhasilannya adalah tool lowongan kerja internal, yang memberi agen call center kesempatan untuk pindah ke peran lain di perusahaan.
Alat baru yang dikembangkan oleh perusahaan yang menggabungkan HR dan IT ini berhasil menggandakan respons terhadap iklan lowongan kerja.