PejuangKantoran.com - Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Rabu, 3 September 2025. Aksi ini dimulai pukul 10.00 WIB.
Dalam seruan resminya, peserta demonstrasi diminta mengenakan pakaian pink dan hitam. Kedua warna tersebut dipilih karena pink dianggap sebagai simbol perlawanan, sedangkan hitam melambangkan masa depan yang dianggap masih suram karena berbagai kebijakan pemerintah.
Tidak hanya itu, massa juga dianjurkan membawa sapu lidi. Menurut mereka, sapu lidi melambangkan upaya untuk “menyapu bersih kotoran negara”, yakni praktik militerisme dan tindakan represif aparat terhadap rakyat.
Baca Juga: Saatnya Anak Muda Ambil Alih! Ini 8 Tokoh Kritis yang Jadi Penggerak Aspirasi Rakyat Saat Ini
Panitia juga berupaya membuat aksi ini inklusif dengan menyediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI) selama aksi berlangsung.
Kehadiran JBI dianggap penting agar pesan perjuangan perempuan bisa dipahami semua peserta, termasuk yang memiliki keterbatasan pendengaran.
Tujuan utama demonstrasi
Perwakilan API, Mutiara Ika, menegaskan bahwa tujuan utama demonstrasi adalah mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan kekerasan negara terhadap para demonstran.
“Presiden harus segera menarik mundur TNI-Polri untuk menghentikan kekerasan negara,” kata Ika dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan, aparat seharusnya tidak masuk ke pemukiman warga atau kampus hanya dengan alasan menjaga keamanan. Tindakan seperti itu dianggap berlebihan dan justru membuat situasi semakin kacau.
Baca Juga: Ini Makna dan Cara Membuat Foto Pink Hijau yang Jadi Simbol Solidaritas Warganet
API juga menuntut agar pemerintah memberi perlindungan kepada korban serta demonstran yang ditangkap, bukan malah menuduh mereka melakukan makar atau terorisme.
Selain soal kekerasan, API menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai memboroskan anggaran negara dan tidak berpihak pada rakyat.
Mereka menilai Presiden Prabowo harus segera menjawab akar persoalan yang membuat rakyat marah, seperti kemiskinan, pengangguran, dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dalam pernyataan di akun Instagram resminya, Aliansi Perempuan Indonesia menulis bahwa negara saat ini memilih jalan represi.