Mereka menilai pelabelan “anarkis” pada aksi rakyat hanyalah alasan untuk melegitimasi kekerasan, penangkapan, dan kriminalisasi.
Padahal, API berpendapat bahwa protes adalah hak rakyat, bukan makar atau terorisme.
Aliansi ini juga menyoroti kondisi masyarakat yang kian sulit akibat PHK massal, perampasan tanah, hingga pemangkasan layanan dasar. Sementara itu, pejabat publik dinilai hidup mewah dengan tunjangan besar.
Baca Juga: Beberapa Negara Keluarkan Travel Alert ke Indonesia Imbas Demo
Dijaga oleh polwan
Untuk untuk menjaga aksi unjuk rasa ini, polisi wanita (polwan) ikut dikerahkan. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah polwan dari Polres Jakarta Pusat berbaris di sisi jalan menghadap langsung ke massa.
Kehadiran mereka disesuaikan dengan peserta aksi yang mayoritas perempuan.
"Iya, betul begitu (diturunkan karena massanya perempuan)," kata salah satu polwan yang berjaga di belakang barisan, dikutip dari Kompas.com.
Meski begitu, polisi laki-laki juga tetap dikerahkan. Mereka bertugas menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mengatur lalu lintas di sekitar lokasi.
Polisi laki-laki berdiri menghadap jalan, sementara polwan berhadapan langsung dengan massa aksi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo, menyampaikan bahwa total ada 1.039 personel gabungan yang diturunkan untuk mengawal jalannya aksi di sekitar Gedung DPR RI hari ini.
Selain demonstrasi yang dilakukan Aliansi Perempuan Indonesia, hingga Rabu pagi belum ada laporan adanya aksi lain pada hari yang sama. Aksi yang diorganisir API tercatat sebagai satu-satunya demonstrasi di Jakarta.