Tak hanya di Amerika, kabar ini juga bergaung sampai India. Banyak yang bangga melihat anak muda dari asal Asia Selatan berhasil menembus panggung politik global.
Namun, Zohran juga dikenal dengan sikap politiknya yang tegas. Ia kerap mengkritik pemerintahan Perdana Menteri India, Narendra Modi, terutama terkait kebijakan nasionalisme Hindu yang dinilai menyingkirkan minoritas.
Baca Juga: Fakta di Balik Pekerjaan Petugas Pemetaan Google Maps, Benarkah Dibayar Rp3 Juta Sehari?
Bagian dari gelombang pemimpin diaspora dunia
Dengan kemenangannya, Zohran Mamdani bergabung dalam daftar tokoh diaspora Asia Selatan yang menorehkan sejarah di panggung dunia, menyusul Kamala Harris (mantan Wakil Presiden Amerika), Rishi Sunak (mantan Perdana Menteri Inggris), dan Sadiq Khan (Wali Kota London).
Dalam pidatonya yang viral, Zohran menegaskan identitasnya tanpa kompromi:
“Saya masih muda, meskipun saya sudah berusaha keras untuk menjadi tua. Saya Muslim, saya sosialis demokrat, dan saya tidak akan pernah meminta maaf untuk itu,” tegasnya.
Kalimat itu menggambarkan semangat seorang pemimpin muda yang tahu siapa dirinya dan berani memperjuangkan keyakinannya. Sesuatu yang kini dirayakan tidak hanya di New York, tetapi juga di seluruh dunia.