Wali Kota Muslim Pertama New York Zohran Mamdani Punya Latar Belakang Keluarga yang Elit

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 7 November 2025 | 15:27 WIB
Zohran Mamdani adalah anak sutradara Mira Nair dan profesor di Columbia University Mahmood Mamdani. (Vanity Fair)
Zohran Mamdani adalah anak sutradara Mira Nair dan profesor di Columbia University Mahmood Mamdani. (Vanity Fair)

PejuangKantoran.com - Pemilihan wali kota New York baru-baru ini menghadirkan kejutan besar. Dari berbagai nama terkenal yang ikut bertarung, muncul sosok underdog yang awalnya tidak banyak diperhitungkan: Zohran Kwame Mamdani.

Pria berusia 34 tahun ini berhasil menumbangkan dua nama besar, yaitu mantan Gubernur Andrew Cuomo, dan kandidat Republik Curtis Sliwa. Kemenangan Zohran bukan sekadar sejarah bagi kota New York, tapi juga simbol perubahan politik di Amerika Serikat.

Zohran kini resmi menjadi wali kota Muslim pertama dalam sejarah New York, sekaligus salah satu yang termuda. Ia dikenal sebagai sosok progresif dengan pandangan politik yang berpihak pada keadilan sosial dan keberagaman.

Baca Juga: Fitur Baru Instagram 'Your Algorithm' Ini Bikin Pengguna Bisa Atur Sendiri Rekomendasi Konten

Sebelum menjabat wali kota, suami Rama Duwaji ini sudah tiga kali terpilih sebagai anggota dewan negara bagian New York.

Keluarganya bukan orang sembarangan

Banyak yang penasaran dengan latar belakang keluarga Zohran Mamdani. Ia lahir di Kampala, Uganda, dari pasangan ternama: Mira Nair, sutradara berdarah India-Amerika yang memenangkan berbagai penghargaan internasional, dan Mahmood Mamdani, profesor studi pascakolonial di Columbia University.

Film-film Mira Nair seperti Monsoon Wedding, The Namesake, dan Mississippi Masala banyak mengangkat tema diaspora dan identitas imigran, tema yang juga terasa dalam perjalanan hidup putranya. Sementara ayahnya dikenal sebagai pemikir yang tajam soal kolonialisme dan politik global.

Dengan latar keluarga lintas budaya itu, Zohran dibesarkan di Cape Town, Afrika Selatan, sebelum akhirnya menetap di New York.

Dalam pidato kemenangannya, ia menyebut dirinya sebagai “campuran Uganda, India, dan Amerika,” mencerminkan perjalanan hidupnya yang kaya pengalaman lintas budaya.

Baca Juga: Begini Cara Mendapat Kartu Pekerja Jakarta supaya Kamu Bisa Naik Transportasi Umum Gratis

Adapun sang istri, Rama Duwaji, dikenal sebagai animator dan ilustrator keturunan Suriah yang karyanya sering muncul di The New Yorker dan Washington Post.

Simbol keberagaman dan harapan baru

Kemenangan Zohran Mamdani punya makna lebih dari sekadar kemenangan politik. Sebagai anak imigran Muslim keturunan Asia Selatan, keberhasilannya dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap stereotip dan diskriminasi, terutama di tengah bayang-bayang Islamofobia pasca 9/11.

Bagi banyak warga New York, Zohran adalah simbol harapan dan representasi nyata dari keberagaman kota mereka yang kerap dijuluki the melting pot itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Independent, CNN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X