PejuangKantoran.com - Serius nggak sih, ada orang yang punya niat kayak gini? Ternyata serius!
Pendiri dan CEO Telegram, Pavel Durov, menawarkan diri untuk wanita berusia di bawah 37 tahun yang ingin hamil menggunakan spermanya. Dia ternyata sudah lama mempraktikkan hal ini.
Menurutnya, ia sudah punya setidaknya 100 anak melalui program donor sperma. Selain itu, ia punya enam anak dari tiga pasangan yang berbeda.
Baca Juga: Fenomena Workslop, Konten Sampah dari AI yang Malah Menurunkan Produktivitas Kerja
Pria Rusia dengan kekayaan hampir 17 miliar dollar ini bilang, menjadi donor sperma merupakan "kewajiban sipil" untuk membantu mengatasi kekurangan donor berkualitas tinggi dan menghilangkan stigma tentang donasi sperma.
Ia bahkan membuat iklan untuk menawarkan diri sebagai donor sperma yang bisa didapatkan secara gratis. Tahun lalu, iklan tersebut ditanggapi puluhan wanita di Klinik Altravita di Moskow, menurut artikel dari Wall Street Journal.
Iklan yang tersebar di forum publik, di media sosial, dan di situs web, itu menggambarkan Durov sebagai orang yang punya kompatibilitas genetik tinggi alias bibit unggul. Itu sebabnya sperma milik Durov sangat diminati.
Yang berminat tidak usah khawatir, karena Durov akan menanggung seluruh biaya perawatan fertilisasi in vitro (IVF) atau juga disebut bayi tabung.
Pria kelahiran Saint Petersburg, Rusia, 41 tahun lalu itu, memang tidak lagi menyumbangkan sperma secara langsung, tetapi sampel dari donasi sebelumnya masih disimpan di klinik kesuburan tersebut.
"Para pasien yang datang, semuanya tampak hebat, berpendidikan tinggi, dan sangat sehat," kata seorang mantan dokter di klinik tersebut.
Baca Juga: Berapa Kenaikan Gaji yang Sebaiknya Kita Minta? Begini Hitungan Angka yang Masuk Akal
Durov tidak terlibat dalam menyeleksi wanita yang akan mendapatkan spermanya. Hanya saja syaratnya, seperti dikatakan sang dokter, para peserta harus belum menikah untuk menghindari komplikasi hukum.
"Mereka ingin punya anak dari tipe pria tertentu. Buat mereka sosok ayah seperti itu yang paling pas," kata dokter tersebut.
Digugat mantan pasangannya
Menurut pendiri Klinik Altravita, Sergei Yakovenko, berbagi materi genetik yang kuat dianggap sebagai tanggung jawab sosial ketika kasus infertilitas pada pria meningkat.